Loading...

Buah vector

Buah vector

biodata

biodata

cover

cover

motif flora

motif flora

desain produk

desain produk

wedding cake

wedding cake

stempel

stempel

brosur

brosur

kartu nama

kartu nama

kartu nama 1

kartu nama 1

logo

logo

Sabtu, 26 Desember 2009

Selasa, 10 November 2009

Consumer Education

Consumer Education

If we look around us today, there are so many things to buy, sometimes advertisements are so convincing that we are persuaded into buying something we don’t really need. Do you often feed confused as to which item to buy ? Do you at one time or another regret buying a certain item ? These are some of the problems which we as consumers have to face every day.

Who are consumers ?
We are consumers because we buy and use products from the shops, supermarkets and markets. The producers introduce their products to us by means of advertisements – trough the radio, television newspapers and magazines, we as consumers, in turn buy these products for our own use. In this process money is circulated.

What is money ?
Money is a recognized symbol of exchange. You can exchange money for something that you want, for example, a beautiful dress, a plate of noodles, a pair of shoes and so on. It is also important to know that to have is not easy. One has to work for it.

How do we buy things ?
1. Cash – you have to pay the shopkeeper in cash when you buy a certain item.
2. Cash on delivery – this is actually buying through the mail or phone service. You pay cash when the item ordered is delivered to your house.
3. Hire purchase – Usually you are required to sign an agreement. Under this agreement, you, as a consumer, are required to pay a fixed amount of money for an agreed length of time at regular intervals. Items that are purchased by this method are usually things like furniture, refrigerators, washing machines and televisions. On the first payment, you are allowed to bring home the item.
What should a good consumer look for >
The following are some qualities that you should have in order to be good and educated consumers.
1. Understand the value of money. Nothing is free. You have to work for money. Since money is hard to come by, you must therefore use money with care, in other words, buy only the necessary items. Make sure also that you get the best value for your money when you shop.
2. Be able to budget. To make sure that you will have enough money to meet your daily essentials, budgeting is important. A budget is the best way of keeping control of money, so that you are able to know how much, you have and how much you have spent on your essentials, in this way you are able to make sure that the amount of money coming in will balance with the amount that goes out. To have a budget well-planned on paper alone is not enough; you must stick to it and try your very best not to spend on any item that has not been accounted for. Here is an example of a monthly budget for a teenager who is still in school.
Table 8.1
Particulars Money coming in Money going out Balance (amount saved)
1. Pocket money from parents
2. Transport
3. Drinks/food during recess in school
4. Stationery
5. Personal toiletries : talcum powder, deodorants sanitary towels, etc $ 50.00
$ 15.00
$ 20.00

$ 5.00
$ 5.00
$ 50.00 $ 45.00 $ 5.00

3. Develop a sensible attitude toward buying the necessary items for personal use. Firstly you should know what you need. List items out according to your priorities. Do not let yourself be carried away by what others have. Secondly buy only what you can afford, that is, within the means that your money allows you. Try not to be in dept when you are still dependent on your parents. Lastly, and most important of all avoid pestering your parents into buying something that you feel you must have because your friend has it.

Shopping for food for the family
There is a wide variety f fresh and processed food available in the market today. The wise consumers will take advantage of the choices available. Remember that wise shopping does not mean buying the cheapest items, but getting the best value for your money. When choosing the type of food, take into consideration you family needs and the time it will take to prepare it. To save time, money and energy when buying the family groceries, organize your buying and choose a place that.
a. Is convenient
b. Stocks a wide range of items
c. Offers generally low prices for items

Practical steps in the buying of food
1. Make a shopping list according to the place of purchase
2. Compare food prices to market, supermarket, grocery store or hawkers. This could be done through advertisements in the newspapers
3. Compare the unit price and quality of different forms of food, fresh, frozen or canned
4. Buy amounts sufficient for your family. Consider bulk buying whenever practical
5. Buy fresh food in season
6. For tinned food, the tin should be free from rust and dents and labels should be clear
7. Do not be deceived by colorful or attractive labels
8. Do not be tempted by offers of free gifts and bonuses
Shopping for clothing
Ask yourself these questions before buying any clothing
1. Is it suitable for the particular occasion ?
2. Is the style suitable for my figure type ?
3. Is the fabric used suitable for our weather and durable ?
4. Is it well-tailored ?
5. Is the price reasonable ?
6. Can I save some money if I sew the dress myself ?

Activities
1. Work out a monthly budget for yourself, and try your best to carry out your plan. Note down any problems or difficulties that you may encounter. Discuss these in class.
2. What would you buy if you had a lot of money to spend ? List the items out.
3. List out all the items you need to have and all the items you want to have. Compare.
4. When shopping, what does a well-educated consumer do ? Do you note the same points ? Next time you buy an item, what will you look for ? Discuss in class.

Pendidikan Konsumen

Jika kita melihat sekeliling kita hari ini, ada begitu banyak hal yang harus kita beli, kadang-kadang iklan tersebut begitu meyakinkan bahwa kita dibujuk untuk membeli sesuatu yang tidak benar-benar kita butuhkan. Apakah Anda sering merasa bingung dengan item yang akan dibeli ? Apakah Anda pada suatu waktu menyesal membeli barang tertentu ? Ini adalah beberapa masalah yang harus kita hadapi setiap hari sebagai konsumen.

Siapa konsumen ?
Kita adalah konsumen karena kita membeli dan menggunakan produk dari toko-toko, supermarket dan pasar. Para produsen memperkenalkan produk mereka ke kita melalui iklan - melalui radio, televisi, surat kabar dan majalah, kita sebagai konsumen, pada gilirannya membeli produk ini untuk kita gunakan sendiri. Dalam proses ini uang beredar.

Apa itu uang ?
Uang adalah simbol pertukaran yang diakui. Anda dapat menukar uang untuk sesuatu yang Anda inginkan, misalnya, gaun indah, sepiring mie, sepasang sepatu dan sebagainya. Hal ini juga penting untuk mengetahui bahwa untuk memiliki tidaklah mudah. Kita harus bekerja untuk itu.

Bagaimana kita membeli sesuatu ?
1. Tunai - Anda harus membayar tunai penjaga toko saat Anda membeli barang tertentu.
2. Pengiriman tunai - ini sebenarnya membeli melalui surat atau layanan telepon. Anda membayar tunai ketika barang yang dipesan dikirim ke rumah Anda.
3. Pembelian dengan mencicil - Biasanya Anda diminta untuk menandatangani perjanjian. Di dalam perjanjian ini, anda, sebagai konsumen, diharuskan untuk membayar jumlah uang yang tetap untuk jangka waktu yang disepakati secara teratur. Item yang dibeli oleh metode ini biasanya hal-hal seperti perabot, lemari es, mesin cuci dan televisi. Pada pembayaran pertama, Anda diperbolehkan untuk membawa pulang item.

Apa yang harus dicari konsumen yang baik ?
Berikut ini adalah beberapa sifat yang harus Anda miliki untuk menjadi konsumen yang baik dan berpendidikan.
1. Memahami nilai uang. Tidak ada yang gratis. Anda harus bekerja untuk uang. Karena uang sulit didapat, karena itu Anda harus menggunakan uang dengan hati-hati, dengan kata lain, hanya membeli item yang diperlukan. Pastikan juga bahwa Anda mendapatkan nilai terbaik untuk uang Anda saat Anda berbelanja.
2. Dapat menganggarkan. Untuk memastikan bahwa Anda akan punya cukup uang untuk memenuhi kebutuhan pokok harian Anda, penganggaran adalah penting. Anggaran adalah cara terbaik untuk menjaga pengendalian uang, sehingga Anda dapat mengetahui berapa banyak, yang Anda miliki dan berapa banyak Anda telah menghabiskannya, dengan cara ini Anda dapat memastikan bahwa jumlah uang masuk akan seimbang dengan jumlah yang keluar. Untuk memiliki anggaran yang direncanakan dengan baik di atas kertas saja tidak cukup; Anda harus mematuhinya dan mencoba yang terbaik untuk tidak menghabiskan pada item apapun yang belum dipertanggungjawabkan. Berikut adalah contoh anggaran bulanan untuk seorang remaja yang masih sekolah.
Tabel 8.1
Keterangan Pemasukan Pengeluaran Saldo (jumlah yang disimpan)
1. Uang saku dari orangtua
2. Transportasi
3. Minuman / makanan selama istirahat di sekolah
4. Alat tulis
5. Peralatan mandi pribadi : bedak, deodoran pembalut, dll $ 50.00
$ 15.00
$ 20.00

$ 5.00
$ 5.00
$ 50.00 $ 45.00 $ 5.00

3. Mengembangkan sikap yang masuk akal membeli item yang diperlukan untuk penggunaan pribadi. Pertama-tama Anda harus tahu apa yang Anda butuhkan. Daftar item keluar menurut prioritas Anda. Jangan biarkan diri Anda terbawa oleh apa yang orang lain miliki. Kedua hanya membeli apa yang Anda mampu, yaitu, dalam arti bahwa uang Anda memungkinkan Anda. Cobalah untuk tidak berada di dept ketika anda masih tergantung pada orangtua Anda. Terakhir, dan yang paling penting dari semua menghindari mengganggu orang tua Anda untuk membeli sesuatu yang Anda merasa Anda harus memiliki karena teman Anda.

Berbelanja makanan untuk keluarga
Ada berbagai makanan segar dan olahan yang tersedia di pasaran saat ini. Konsumen yang bijaksana akan mengambil keuntungan dari pilihan yang tersedia. Ingat bahwa belanja bijaksana tidak berarti membeli barang-barang murah, tapi mendapatkan nilai terbaik untuk uang Anda. Ketika memilih jenis makanan, mempertimbangkan kebutuhan keluarga Anda dan waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan itu. Untuk menghemat waktu, uang dan energi saat membeli bahan makanan keluarga, mengatur pembelian dan memilih tempat itu.
a. Apakah nyaman
b. berbagai item saham
c. Umumnya menawarkan harga rendah untuk item

Langkah-langkah praktis dalam membeli makanan
1. Buatlah daftar belanja sesuai dengan tempat pembelian
2. Bandingkan harga pangan ke pasar, supermarket, toko kelontong atau pedagang asongan. Ini dapat dilakukan melalui iklan di koran
3. Membandingkan harga satuan dan kualitas berbagai bentuk makanan, segar, beku atau kalengan
4. Membeli jumlah yang cukup untuk keluarga Anda. Pertimbangkan kapan pembelian grosir yang praktis
5. Membeli makanan segar dalam satu musim
6. Untuk makanan kaleng, kaleng harus bebas dari karat dan penyok dan label harus jelas
7. Jangan tertipu dengan label berwarna-warni atau menarik
8. Jangan tergoda dengan tawaran hadiah gratis dan bonus

Berbelanja pakaian
Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini sebelum membeli pakaian apapun
1. Apakah cocok untuk acara tertentu ?
2. Apakah gaya yang cocok untuk tipe ukuran saya ?
3. Apakah kain yang digunakan cocok untuk cuaca dan tahan lama ?
4. Apakah berpakaian dengan baik ?
5. Apakah harga yang masuk akal ?
6. Apakah saya dapat menyimpan sejumlah uang jika aku menjahit baju sendiri ?

Kegiatan
1. Bekerja di luar anggaran bulanan untuk diri sendiri, dan mencoba yang terbaik untuk melaksanakan rencana Anda. Tuliskan masalah atau kesulitan yang mungkin Anda hadapi. Diskusikan ini di kelas.
2. Apa yang akan Anda beli jika Anda memiliki banyak uang untuk dibelanjakan? Daftar barang-barang keluar.
3. Daftar semua item yang perlu Anda miliki dan semua item yang ingin Anda miliki. Bandingkan.
4. Saat berbelanja, apa yang dilakukan konsumen terpelajar ? Apakah Anda mencatat poin yang sama ? Lain kali Anda membeli item, apa yang akan Anda cari ? Diskusikan di kelas.

English courses 1



English courses 1
Group name:
1. Novi Nur Indah Sari ( 095443013 )
2. Ninuk Andayani ( 095443205 )
3. Amalia Linda ( 095443208 )
4. Septianingsih ( 095443215 )

D3 Tata Boga
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PKK
2009


INTRODUCTION


With praises the presence of Almighty God who gave grace and keruniaNya, so I can finish this paper in accordance with the time specified. And peace and so delegated by him to the lord our great Prophet Muhammad, his companions and followers, Amen.

Paper entitled "efficacy Apples", is a requirement to meet the course English Language Teaching I. Not sure I thank the parents and also my friends.

In writing this paper I am aware of the shortcomings and imperfections, so the authors expect criticism and constructive suggestions from all pehak to perfection this paper, and hopefully benefit us all.



Surabaya, October 28, 2009



Author










TABLE OF CONTENTS

Introduction…………………………………………………………………………..i
Table Of Contents……………………………………………………………………ii

CHAPTER I INTRODUCTION
I.I. Problem Background…………………………………………………………….1
I.2. Formulation Problem……………………………………………………………1
I.3. Purpose …………………………………………………………………………1

CHAPTER II DISCUSSION
2.1 Understanding Apples………………………………………………………… 2
2.2 Ingredients Apples………………………………………………………….. 2
2.3 Processing Technology……………………………………………………. 4
2.4 Apples Processing Techniques…………………………………………….. 6

CHAPTER III CONCLUSION AND SUGGESTIONS…………………… 12

CHAPTER IV REFERENCES………………………………………………… 12











ii
CHAPTER I
INTRODUCTION


I.I. Problem Background
In daily life without realizing many things related to apples. is one type of food that has the nutrients, vitamins and minerals are generally very good to eat every day. Compared with chemical drug supplements that are sold in the shop store, the fruit is much more secure without the dangerous side effects as well as from the general price far cheaper than supplements that have the same functionality. Fruit often has economic value as food and industrial raw materials because inside the store variety of metabolic products of plants, ranging from carbohydrates, proteins, fats, vitamins, minerals, alkaloids, and terpenoids that Terpene.

I.2. Formulation Problem
A. Meaning apple
B. Ingredients and Benefits of apples

I.3. Purpose
For additional knowledge to readers about the apple and Khasiatnya.










1

CHAPTER II
DISCUSSION

2.1 Understanding Apples
Apples are the fruit of the genus Malus belonging to family Rosaceae.
Apple has become so popular that can be purchased at many places including supermarkets, markets and fruit shops. Many people who know that the apple is the fruit of high merit, so there is the opinion of "eating an apple a day, the doctor is not needed anymore". Apples, who is not familiar with this fruit? The fruit is readily available for sale at various places the fruit sale. Various type and color of apple fruit is everywhere. Apple much preferred because it is typical. Based on the research, in an apple fruit is believed to have many beneficial properties for the body.

2.2 Ingredients Apples
Collection.info - Apples contain many vitamins, minerals and other elements such as fitokimian, fiber, tannins, baron, tartar acid, and others. This substance is very dipelukan for our bodies to prevent and overcome a variety of diseases. In the future, will be discussed about what is contained in an apple? And what are the benefits of apples?

 Vitamin
Apples are rich in vitamins. Some vitamins are found in apples such as vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C.

 Rich mineral
Apples contain many minerals. Minerals in apples include calcium, magnesium, potassium, iron, and zinc.
2

 Fitokimi
Apples also contain phytochemicals. Phytochemicals are antioxidants to fight free radicals that come from pollution or the environment. It also serves to suppress the amount of bad cholesterol (LDL) which can cause blockage of blood vessels.

 Rich Fiber
Apples are rich in fiber, so good for people who are in a diet program. This is because the high fiber so as to prevent hunger comes more quickly.

 Fiber to reduce fat and cholesterol
Apples contain fiber that binds fat and useful bad cholesterol in the body for later disposal.

 Tannin
Apples also contain tannins. Tannins are substances that serve to clean and freshen the mouth, thus preventing tooth decay and gum disease.

 Baron
At the apples are baron. Did baron's? Baron serves to maintain the amount of estrogen in the body of a woman.

 Flavoid
One of the ingredients of good apples to menjegah is flavoid disease. Flavoid a substance that functions reduce cancer risk.

 D-glucaric acid
Is D-glucaric acid that? D-glucaric acid is a substance that can lower cholesterol levels. D-glucaric acid is also present in apples.

3
 Quercetin
Quercetin is a substance that is needed to increase the levels of antioxidants that the body was healthier and prevent various diseases. Apples contain quercetin.

 Acid tartar
In a sour apple tartar also present. Tartar acid that can nourish the digestive tract, because this substance capable of killing bacteria in the digestive tract.
Seeing the many elements of health that can be used, of course we can try to eat one apple every day.

2.3 Processing Technology
Apples efficacy







1. Lower cholesterol
Apples contain phytochemicals known, effective antioxidants that fight bad cholesterol (LDL). Life Science in 1999 wrote, in addition to lowering bad cholesterol, apples also increases good cholesterol (HDL). And pectin content of D-glucaric acid in apples help lower levels of instrumental kolestero) evil in the body.
2. Preventing cancer and healthy lungs
National Cancer Institute in the U.S. reported, flavonoids in apples substances proven to reduce the risk of lung cancer by 50 percent. Research from Cornell

4
University in the United States also found that substances in the skin of apple phytochemicals inhibit the growth of colon cancer by 43 percent.


3. Preventing heart disease and stroke
British Medical Journal (1996) notes, apples proved to prevent stroke. Publication of research in Finland (1996) shows, the pattern of flavonoid-rich food incidence of heart disease is lower.

4. Lose weight
As a good source of fiber, apple good for digestion and help you lose weight. Apples are an excellent snack for people who are trying to lose weight because the high fiber content, thus preventing hunger comes more quickly

5. Dental hygiene
Apples also contain tannins, a useful substance to prevent periodontal tooth decay. Gum disease is caused by bacteria stick to each other forming plaque. That's according to the Journal of the American Dental Association (1998).

6. Make women stay beautiful
Content of boron in apple shown to help women maintain hormonal levels of estrogen at menopause. Maintaining estrogen means to reduce the distortion caused by hormonal imbalance in the time of menopause, such as bursts of heat, pain, depression, heart disease, osteoporosis.

7. Protect the body from the flu virus
Konowalchuck in 1978 issued a publication on the antiviral effects of apple juice drinks. According to him, very good cider attacks against viral infections because of stamina and increases the body's immune thanks to the apple juice consumption.
5
2.4 Apples Processing Techniques

Apples Fruit Disease-Fighting Magic ..!

Flour Apple Cake Ingredients For (Bag. 1)

Flour Apple Cake Ingredients For (part 1)
posts: Wahyuningsih Hazara, ST, Jember

Apples is one of the food recipes are as critical to our body when viewed from the content of nutrients, especially vitamins and minerals.

Besides eaten as a nutritious fruit, apples can be manufactured into a variety of food that has its own selling points. Whatever it? 3 follow the discussion themes apple production in the following edition 3.















6
Character Apples
Before processing an apple, it's good that we know how the recipe or nutritional content of apple character. Commodity apples are climacteric fruits with a chemical composition as shown below:
1. Water = 84.4%
2. Energy = 58 cal
3. Protein = 0.2 grams
4. Fat = 0.6 grams
5. Carbohydrate total = 14.5 g
6. Carbohydrates 1 g fiber =
7. Abu = 0.3 mg
8. Calcium = 7 mg
9. Phosphorus = 10 mg
10. Iron = 0.3 mg
11. Sodium = 1 mg

12. Vitamin A = 90 IU
13. Thiamin = 0.03 mg
14. Potassium = 110 mg
15. Riboflavin = 0.02 mg
16. Niacin = 0.1 mg
17. Vitamin C = 4 mg

Sugar content found in apples generally consists of 0.66 to 0.68% sucrose, 1.23 to 5.8% glucose and 6.92 to 11.38% fluktosa.

The protein contained in the apples comprise less than 1%, but has an important role as a structural material of the cell membrane and as biokatalis. The main organic acids contained in apple fruit is acid and citric acid malate. Malate acid present in largest amount, ie about 3%.
7
Vitamins and minerals in different fruit, this is due to factors disebebkan varieties and environmental conditions. Apples are a source of vitamin C or ascorbic acid is good. The average vitamin C in apples is 5-6 mg/100 gr. Vitamin C significantly affected by kondisis growth, storage and processing prior prescription. Also the type and place to grow, varetas apples can affect ascorbic acid levels.

The emergence of the apple flavor due atntara ratio of sugar and acid. The existence of tannins in apple fruit in shaping a sense sepat.

Apples Flour Recipes
Initial discussion on the theme of this edition is a recipe for how to process into flour apple apple. Character and content of sugars and acids contained in different wheat and apples, so the processing and treatment of these two different materials.

Wheat has a character of the dry recipe ingredients and has no taste, while the apple is a juicy fruit and a sugar and acid content higher than wheat. Prosses thus making this flour two different materials.

In order for the apple white flour, should wash the apple with lemon juice or salt water rendan before the drying process. For more details, follow the recipe for apple flour processing following:









8
Flour Making Apple Anna.
1. Choose apples that are not signed in anna in grade (a small apple, results and long sortiran not sold, the farmers called apple BS)
2. Anna apple peel.
3. Wash skin with lemon apple (for menghindarikan Browning / apple to brown), seeded and grated harshly. Soak the submarine 10 to 15 meit in salt water with a ratio of 1 liter of water: 1 tablespoon salt peres.
4. Drain apples with artificial dryers (drying cabinet) at a temperature of 65 degrees Celsius for 24 hours.

5. Puree the apples in a blender and sieve.
6. Save immediately apple flour in an airtight container.
Note: 1 kg of apples can yield 250 grams of flour apple.

Tips:
1. All types of apples can be made into flour. Type Greeny Smith (GS) will produce a more white flour.
2. Endurance apple flour in an airtight container is 2 weeks to 1 month.
3. Flour which is left in place that will quickly clot tebuka.
4. Flour apple expired beyond will change color and mushrooms will emerge.
5. Avoid using the oven drying or sun, because the flour will change color (the color will be brown).






9
Apel Malang, the sour, the efficacy Overcome Cholesterol

Do not be indifferent when your body feels stiff and often sleepy when you are not strenuous exhausting. Plus, you are keeping your diet. Let me check, lest cholesterol in your blood exceeds normal limits!
But, do not be too worried, too, because herbs gives the solution this time:) Not that Manalagi Malang apple is sweet. But Malang apple that tastes sour deal turned out to have the efficacy of cholesterol, so said a housewife who regularly drink water from the Malang apple stew expressed by lab results. that high cholesterol levels.
Recipes - Boiled Malang apples 3 medium in 2 cups water - boiling continued until the remaining 1 cup.
Rules of Use - drink 1 glass of boiled water that Malang apple every morning and evening.

Apel Malang, the sour, the efficacy Overcome Cholesterol
Do not be indifferent when your body feels stiff and often sleepy when you are not strenuous exhausting. Plus, you are keeping your diet. Let me check, lest cholesterol in your blood exceeds normal limits!

But, do not be too worried, too, because herbs gives the solution this time is not a Manalagi Malang apple is sweet. But Malang apple that tastes sour deal turned out to have the efficacy of cholesterol, so said a housewife who routinely






10
drinking water from Malang apple stew expressed by lab results. that high cholesterol levels.
Recipes
- Boiled apple 3 medium Malang in 2 cups water;
- Boiled continue until remaining 1 glass.
Use Rules
- Drink 1 glass of boiled water that Malang apple every morning and evening.























11
CHAPTER III
CONCLUSION AND SUGGESTIONS

Conclusion
Although the shape of apples have a small but great benefits. Eat an apple a day is guaranteed to make your body healthy added. Not only that aja, apples can also Lower koleterol, Helping As digestion "toothbrush" natural, helps weight loss and can be used as flour.

Advice
"Eat one apple a day, the doctor is not needed anymore".
Well, wait moreover, immediately put the apple in your daily diet ....!


CHAPTER IV

REFERENCES

www.depkes.go.id

http://kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/101-manfaat-buah-apel.html

myunusw.wordpress.com



12

khasiat apel


MATA KULIAH BAHASA INGGRIS 1
Nama Kelompok:
1. Novi Nur Indah Sari ( 095443013 )
2. Ninuk Andayani ( 095443205 )
3. Amalia Linda ( 095443208 )
4. Septianingsih ( 095443215 )


D3 Tata Boga

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PKK
2009






KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan keruniaNya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Shalawat dan salam sehingga dilimpahkan olehNya kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, para sahabatnya dan pengikutnya, Amin.

Makalah yang berjudul “Khasiat Apel”, adalah merupakan persyaratan untuk memenuhi mata kuliah Pengajaran Bahasa inggris I.Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada orangtua dan juga sahabat-sahabat saya.

Dalam penulisan makalah ini saya menyadari akan adanya kekurangan dan ketidaksempurnaan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pehak guna kesempurnaan makalah ini, dan semoga bermanfaat bagi kita semua.



Surabaya, 28 Oktober 2009



Penyusun


i





DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………..i

Daftar Isi……………………………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………1
1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………………………………..1
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Buah Apel……………………………………………………….. 2
2.2 Kandungan………………………………………………………………….. 2
2.3 Teknologi Pengolahan………………………………………………………. 5
2.4 Teknik Pengolahan Apel…………………………………………………….. 7

BAB III Kesimpulan Dan Sarana……………………………………………….. 11
BAB IV Daftar Pustaka…………………………………………………………..11









ii


BAB I
PENDAHULUAN


I.I. Latar Belakang Masalah
Dalam kehidupan sehari-hari tanpa disadari banyak hal-hal yang berhubungan dengan buah apel. adalah salah satu jenis makanan yang memiliki
kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi setiap hari. Dibandingkan dengan suplemen obat obatan kimia yang di jual di toko toko, buah jauh lebih aman tanpa efek samping yang berbahaya serta dari sisi harga umumnya jauh lebih murah dibanding suplemen yang memiliki fungsi yang sama. Buah seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan baku industri karena didalamnya di simpan berbagai macam produk metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, alkaloid, hingga terpena dan terpenoid.

I.2. Rumusan masalah
A. Arti apel
B. Kandungan dan Khasiat apel

I.3. Tujuan
Untuk pengetahuan tambahan bagi para pembaca tentang apel dan khasiatnya.





1




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Buah Apel
Apel adalah buah dari genus Malus yang termasuk family Rosaceae.

Buah apel telah menjadi sangat populer sehingga dapat dibeli di banyak tempat antara lain supermarket, pasar dan toko buah. Banyak orang yang mengetahui bahwa apel adalah buah yang berkhasiat tinggi sehingga ada pendapat “makan satu apel sehari, dokter tidak diperlukan lagi”. Apel, siapa yang tidak kenal dengan buah ini? Buah ini mudah didapatkan karena dijual di berbagai tempat penjualan buah. Berbagai jenis dan warna buah apel ada di mana-mana. Apel banyak disukai karena rasanya yang khas. Berdasarkan penelitian, dalam satu buah apel saja diyakini memiliki banyak khasiat yang bermanfaat bagi tubuh.

2.2 Kandungan Apel
Kumpulan.info - Apel banyak memiliki kandungan vitamin, mineral serta unsur lain seperti fitokimian, serat, tanin, baron, asam tartar, dan lainnya. Zat inilah yang sangat dipelukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit. Untuk selanjutnya, akan dibahas tentang apa saja yang terkandung pada buah apel? Dan apa saja manfaat dari buah apel?

 Kaya vitamin
Buah apel kaya akan kandungan vitamin. Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel misalnya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C.

2
 Kaya mineral
Buah apel mengandung banyak mineral. Mineral dalam buah apel antara lain kalsium, magnesium, potasium, zat besi, dan zinc.

 Fitokimi
Buah apel juga mengandung fitokimia. Fitokimia merupakan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau lingkungan sekitar. Zat ini juga berfungsi untuk menekan jumlah kolesterol jahat (LDL) yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.

 Kaya Serat
Apel kaya akan serat, sehingga baik untuk orang yang sedang dalam program diet. Hal ini disebabkan karena serat yang tinggi sehingga mencegah lapar datang lebih cepat.
Serat untuk mengurangi lemak dan kolesterol
Buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang.

 Tanin
Buah apel juga memiliki kandungan tanin. Tanin adalah zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.

 Baron
Di dalam buah apel terdapat baron. Apakah baron itu? Baron berfungsi mempertahankan jumlah estrogen dalam tubuh seorang wanita.


3
 Flavoid
Salah satu kandungan buah apel yang baik untuk menjegah penyakit adalah flavoid. Flavoid merupakan zat yang berfungsi menurunkan risiko kanker.

 Asam D-glucaric
Apakah Asam D-glucaric itu? Asam D-glucaric merupakan zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Asam D-glucaric juga terdapat di dalam buah apel.

 Quercetin
Quercetin merupakan zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit. Buah apel mengandung zat quercetin.

 Asam tartar
Di dalam sebuah apel juga terdapat asam tartar. Asam tartar yang dapat menyehatkan saluran pencernaan, karena zat ini mampu membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan.
Melihat banyaknya unsur kesehatan yang dapat dimanfaatkan, tentu kita dapat mencoba untuk mengkonsumsi satu buah apel setiap hari.










4

2.3 Teknologi Pengolahan
Khasiat Buah Apel








1. Menurunkan kadar kolesterol
Apel dikenal mengandung fitokimia, zat antioksidan yang efektif melawan kolesterol jahat (LDL). Life Science tahun 1999 menulis, selain menurunkan kolesterol jahat, apel juga meningkatkan kolesterol baik (HDL). Kandungan pektin dan asam D-glucaric dalam apel berjasa membantu menurunkan kadar kolestero) jahat dalam tubuh.

2. Mencegah kanker dan menyehatkan paru-paru
National Cancer Institute di AS melaporkan, zat flavonoid dalam apel terbukti dapat menurunkan risiko kanker paru-paru sampai 50 persen. Penelitian dari Cornell University di AS juga menemukan bahwa zat fitokimia dalam kulit apel menghambat pertumbuhan kanker usus sebesar 43 persen.

3. Mencegah penyakit jantung dan stroke
British Medical Journal (1996) mencatat, apel terbukti mencegah serangan stroke. Publikasi penelitian di Finlandia (1996) menunjukkan, orang berpola makan kaya flavonoid mengalami insiden penyakit jantung lebih rendah.

5

4. Menurunkan berat badan
Sebagai sumber serat yang baik, apel baik untuk pencernaan dan membantu menurunkan berat badan. Apel merupakan camilan yang sangat baik untuk orang yang sedang menurunkan berat badan karena kadar seratnya tinggi, sehingga mencegah rasa lapar datang lebih cepat.

5. Menjaga kesehatan gigi
Apel juga mengandung tanin, zat yang bermanfaat mencegah kerusakan gigi periodontal. Penyakit gusi ini disebabkan saling menempelnya bakteri pembentuk plak. Itu menurut Journal of American Dental Association (1998).

6. Membuat perempuan tetap cantik
Kandungan boron dalam apel terbukti membantu wanita mempertahankan kadar hormon estrogen saat menopause. Mempertahankan estrogen berarti mengurangi gangguan yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di kala menopause, misalnya semburan panas, nyeri, depresi, penyakit jantung, osteoporosis.

7. Melindungi tubuh dari virus flu
Konowalchuck pada tahun 1978 mengeluarkan publikasi mengenai efek antivirus dalam minuman sari buah apel. Menurutnya, sari apel sangat baik untuk melawan serangan infeksi virus karena stamina dan kekebalan tubuh meningkat berkat konsumsi sari apel itu.








6
2.4 Teknik Pengolahan Apel
Apel Buah Ajaib Penangkal Penyakit..!

Tepung Apel Sebagai Bahan Kue
Apel merupakan salah satu resep bahan pangan yang berperan penting bagi tubuh kita bila ditinjau dari kandungan zat gizinya, terutama vitamin dan mineral.
Selain dimakan sebagai buah yang bergizi, apel dapat diproduksi menjadi beragam bahan pangan yang memiliki nilai jual tersendiri. Apa saja itu? ikuti 3 bahasan tema hasil produksi apel di 3 edisi berikut ini.
Karakter Apel
Sebelum mengolah buah apel, ada baiknya kita mengetahui resep bagaimana kandungan zat gizi maupun karakter buah apel. Buah apel merupakan komoditi buah-buahan klimakterik dengan komposisi kimia seperti terlihat di bawah ini:
1. Air = 84,4 %
2. Energi = 58 kal
3. Protein = 0,2 gr
4. Lemak = 0,6 gr
5. Karbohidrat total = 14,5 gr
6. Karbohidrat serat = 1 gr
7. Abu = 0,3 mg
8. Kalsium = 7 mg
9. Phosphor = 10 mg
10. Besi = 0,3 mg
11. Sodium = 1 mg
12. Vitamin A = 90 IU
13. Thiamin = 0,03 mg
14. Potasium = 110 mg
15. Riboflavin = 0,02 mg
16. Niasin = 0,1 mg
17. Vitamin C = 4 mg
7
Kandungan gula yang terdapat dalam buah apel pada umumnya terdiri dari 0,66 - 0,68% sukrosa, 1,23 - 5,8% glukosa dan 6,92 - 11,38 % fluktosa.

Protein yang terdapat dalam buah apel berjumlah kurang dari 1%, tetapi mempunyai peranan penting sebagai bahan struktur dari membran sel dan sebagai biokatalis. Asam organik utama yang terkandung di dalam buah apel adalah asam malat dan asam sitrat. Asam malat terdapat dalam jumlah terbanyak, yaitu sekitar 3%.

Kandungan vitamin dan mineral pada buah berbeda-beda, hal ini disebebkan karena faktor varietas dan kondisi lingkungan. Apel merupakan sumber vitamin C atau asam askorbat yang baik. Rata-rata vitamin C dalam buah apel adalah 5-6 mg/100 gr. Kandungan vitamin C secara nyata dipengaruhi oleh kondisis pertumbuhan, penyimpanan dan resep cara pengolahan sebelumnya. Selain itu jenis dan tempat tumbuh, varetas apel dapat mempengaruhi kadar asam askorbat.

Timbulnya cita rasa buah apel disebabkan karena rasio atntara gula dan asam. Adanya tanin dalam buah apel ikut menentukan rasa sepat.

Resep Tepung Apel
Tema bahasan awal di edisi ini adalah resep cara mengolah apel menjadi tepung apel. Karakter maupun kandungan gula dan asam yang terdapat dalam gandum maupun apel berbeda, sehingga pengolahan dan perlakuan kedua bahan tersebut berbeda.

Gandum memiliki karakter resep bahan yang kering dan tidak memiliki rasa, sedangkan apel merupakan buah yang berair dan memiliki kandungan gula maupun asam yang lebih tinggi dari gandum. Sehingga prosses pembuatan tepung kedua bahan ini berbeda.
8
Agar hasil tepung apel putih, sebaiknya cuci apel dengan jeruk nipis atau rendan dalam air garam sebelum melalui proses pengeringan. Untuk lebih jelasnya, ikuti resep pengolahan tepung apel berikut ini:

Pembuatan Tepung Apel Anna.
1. Pilih apel anna yang tidak masuk dalam grade (apel yang berukuran kecil, hasil sortiran dan lama tidak terjual, petani menyebutnya apel BS)
2. Kupas kulit apel anna.
3. Cuci kulit apel dengan jeruk nipis (untuk menghindarikan browning / apel menjadi cokelat), buang bijinya dan parut kasar. Rendam selam 10 - 15 meit dalam air garam dengan perbandingan 1 liter air : 1 sendok makan peres garam.
4. Keringkan apel dengan alat pengering buatan (drying cabinet) pada suhu 65 derajat celcius selama 24 jam.
5. Haluskan apel dengan blender lalu ayak.
6. Simpan segera tepung apel dalam wadah kedap udara.
Note: 1 kg apel dapat menghasilkan 250 gram tepung apel.

Tips:
1. Semua jenis apel dapat dibuat menjadi tepung. Jenis Greeny Smith (GS) akan menghasilkan tepung yang lebih putih.
2. Daya tahan tepung apel dalam wadah kedap udara adalah 2 minggu sampai 1 bulan.
3. Tepung yang dibiarkan dalam tempat yang tebuka akan cepat menggumpal.
4. Tepung apel yang melewati batas kadaluarsa akan berubah warna dan akan timbul jamur.
5. Hindarkan pengeringan menggunakan oven ataupun sinar matahari, karena tepung akan berubah warnanya (warnanya akan lebih kecokelatan).

9
Apel Malang, Yang Kecut, Yang Berkhasiat Atasi Kolesterol
Jangan tidak acuh bila badan anda terasa pegal-pegal dan sering mengantuk padahal anda tidak melakukan aktivitas berat yang melelahkan. Ditambah lagi, anda kurang menjaga pola makan. Coba periksakan, jangan-jangan kadar kolesterol dalam darah anda melebihi batas normal!
Tapi, jangan terlalu khawatir juga, karena herbal memberi solusi lagi kali ini :) Bukan apel Malang Manalagi yang terasa manis. Tapi apel Malang yang rasanya kecut ternyata memiliki khasiat mengatasi kolesterol, begitu kata seorang ibu rumah tangga yang rutin minum air rebusan apel Malang sejak dinyatakan oleh hasil lab. bahwa kadar kolesterolnya tinggi.
Resep - rebus 3 buah apel Malang ukuran sedang di dalam 2 gelas air; - rebus terus hingga tersisa 1 gelas.
Aturan Pakai - minum 1 gelas air rebusan apel Malang tersebut tiap pagi dan sore hari.
Apel Malang, Yang Kecut, Yang Berkhasiat Atasi Kolesterol
Jangan tidak acuh bila badan anda terasa pegal-pegal dan sering mengantuk padahal anda tidak melakukan aktivitas berat yang melelahkan. Ditambah lagi, anda kurang menjaga pola makan. Coba periksakan, jangan-jangan kadar kolesterol dalam darah anda melebihi batas normal!
Tapi, jangan terlalu khawatir juga, karena herbal memberi solusi lagi kali ini. Bukan apel Malang Manalagi yang terasa manis. Tapi apel Malang yang rasanya kecut ternyata memiliki khasiat mengatasi kolesterol, begitu kata seorang ibu rumah tangga yang rutin minum air rebusan apel Malang sejak dinyatakan oleh hasil lab. bahwa kadar kolesterolnya tinggi.
Resep
- rebus 3 buah apel Malang ukuran sedang di dalam 2 gelas air;
- rebus terus hingga tersisa 1 gelas.
Aturan Pakai
- minum 1 gelas air rebusan apel Malang tersebut tiap pagi dan sore hari



10
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan
Walau bentuknya mungil namun apel punya manfaat yang besar. Makan satu apel sehari dijamin bisa bikin tubuh tambah sehat. Nggak hanya itu aja, apel juga bisa Menurunkan koleterol,Membantu pencernaanSebagai "sikat gigi" alami,Membantu penurunan berat badan dan dapat dijadikan tepung.

Saran
“makan satu apel sehari, dokter tidak diperlukan lagi”.
Nah, tunggu apalagi, segera masukkan apel dalam menu harian Anda….!


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

www.depkes.go.id

www.//kumpulan.info/sehat/artikel-kesehatan/48-artikel-kesehatan/101-manfaat-buah-apel

myunusw.wordpress.com







11
TUGAS
MERINGKAS JENIS DAN SIFAT KARBOHIDRAT






















OLEH KELOMPOK 1:
1. NINUK ANDAYANI (09443205)
2. AMALIA LINDA (09554308)
3. SEPTIANINGSIH (09554315)





UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN PKK
2009



KARBOHIDRAT

A. Pengertian
Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi hampir seluruh penduduk dunia, khususnya bagi penduduk negara yang sedang berkembang. Karbohidrat juga mempunyai peranan penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, tekstur, warna, dan lain-lain. Karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya ketosis, pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral, dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein.

B. Karbohidrat Dalam Bahan Makanan
Karbohidrat banyak terdapat dalam bahan nabati, baik berupa gula sederhana, heksosa, pentosa, maupun karbohidrat dengan berat molekul yang tinggi seperti pati, pektin, selulosa, dan lignin.
Selulosa berperan sebagai penyusun dinding sel tanaman. Buah-buahan mengandung monosakarida seperti glukosa dan fruktosa.
Disakarida seperti gula tebu (sukrosa atau sakarosa) banyak terkandung dalam batang tebu. Di dalam air susu terdapat laktosa. Beberapa oligosakarida banyak terdapat dalam sirup pati, roti dan bir. Berbagai polisakarida seperti pati banyak terdapat umbi-umbian dan serealia Selama proses pematangan, kandungan pati dalam buah-buahan berubah menjadi gula-gula pereduksi yang akan menimbulkan rasa manis.
Sumber karbohidrat utama bagi kita adalah serealia dan umbi-umbian. Pada hasil ternak, khususnya daging, karbohidrat terdapat dalam bentuk glikogen yang disimpan dalam jaringan otot dan dalam hati.

C. Jenis Karbohidrat
Pada umumnya karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi monosakarida, oligosakarida, serta polisakarida. Monosakarida merupakan suatu molekul yang dapat terdiri dari lima atau enam atom C, sedangkan oligosakarida merupakan polimer dari 2-10 monosakarida, pada pada umumnya polisakarida merupakan polimer yang terdiri lebih dari 10 monomer monosakarida.
1. Monosakarida
Tata nama monosakarida tergantung dari gugus fungsional yang dimiliki dan letak gugus hidroksilnya. Monosakarida yang mengandung satu gugus aldehid disebut aldosa, ketosa mempunyai satu gugus keton. Monosakarida dengan enam atam C disebut heksosa, misalnya glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Monosakarida yang mempunyai lima atom C disebut pentosa misalnya xilosa, arabinosa, dan ribosa.
2. Oligosakarida
Oligosakarida adalah polimer dengan derajat polimerasasi 2 sampai 10 dan biasanya bersifat larut dalam air. Oligosakarida yang terdiri dari dua molekul disebut disakarida, bila tiga molekul disebut triosa, bila sukrosa terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa, laktosa terdiri dari molekul glukosa dan galaktosa.
Ikatan antara dua molekul monosakarida disebut ikatan glikosidik. Ikatan ini terbentuk antara gugus hidroksil dari atom C nomor satu yang juga disebut karbon anomerik dengan gugus hidroksil dan atom C pada molekul gula yang lain.
Ikatan glikosidik biasanya terjadi antara atom C no. 1 dengan atom C no. 4 dengan melepaskan 1 mol air. Ada tidaknya sifat pereduksi dari suatu molekul gula ditentukan oleh ada tidaknya gugus hidroksil (OH) bebas yang reaktif.
Sukrosa tidak mempunyai gugus OH bebas yang reaktif karena keduanya sudah saling terikat, sedangkan laktosa mempunyai OH bebas pada atom C no. 1 pada gugus glukosanya. Karena itu, laktosa bersifat pereduksi sedangkan sukrosa bersifat non pereduksi.
Sukrosa adalah oligosakarida yang berperan penting dalam pengolahan makanan dan banyak terdapat pada tebu, bit, siwalan, dan kelapa kopyor. Pada pembuatan sirup, gula pasir (sukrosa) dilarutkan dalam air dan dipanaskan, sebagian sukrosa akan terurai menjadi glukosa dan fruktosa, yang disebut gula invert. Gula invert tidak dapat berbentuk kristal karena kelarutan fruktosa dan glukosa sangat besar.
Oligosakarida dapat diperoleh dari hasil hidrolisis polisakarida dengan bantuan enzim tertentu atau hidrolisis dengan asam. Pati dapat dihidrolisisi dengan enzim amilase menghasilkan maltosa, maltotriosa, dan isomaltosa.
Bila pati dihidrolisis dengan enzim transglukosidase akan dihasilkan suatu oligosakarida dengan derajat polimerisasi yang lebih besar. Senyawa ini disebut dekstrin yang sangat larut dalam air dan dapat mengikat zat-zat hidrofobik sehingga dipergunakan sebagai food additive untuk memperbaiki tekstur bahan makanan.
3. Polisakarida
Polisakarida dalam bahan makanan berfungsi sebagai penguat tekstur (selulosa, hemiselulosa, pati, dan lignin) dan sebagai sumber energi (pati, dektrin, glikogen, dan fruktan). Polisakarida penguat tekstur ini tidak dapat dicerna tubuh, tetapi merupakan serat-serat (dietary fiber) yang dapat menstimulasi enzim-enzim pencernaan.
Polisakarida merupakan polimer molekul-molekul monosakarida yang dapat berantai lurus atau bercabang dan dapat dihidrolisis dengan enzim-enzim tertentu.
Pati
Pati merupakan homopolimer glukosa dengan ikatan alfa-glikosidik. Berbagai macam pati tidak sama sifatnya, tergantung dari panjang rantai C-nya, serta apakah lurus atau bercabang rantai molekulnya. Pati terdiri dari dua fraksi yang dapat dipisahkan dengan air panas. Fraksi terlarut disebut amilosa dan fraksi tidak terlarut disebut amilopektin. Amilosa mempunyai struktur lurus sedang amilopektin mempunyai cabang.
Gelatinisasi
Pati dalam jaringan tanaman mempunyai bentuk granula yang berbeda-beda. Dengan mikroskop jenis pati dapat dibedakan karena mempunyai bentuk, ukuran, dan letak hilum yang unik.
Bila pati mentah dimasukkan ke dalam air dingin, granula patinya akan menyerap air dan membengkak. Peningkatan volume granula pati yang terjadi di dalam air pada suhu 55 0C – 65 0C merupakan pembekakan yang sesungguhnya, dan setelah pembengkakan ini granula pati dapat kembali ke kondisi semula.
Granula pati dapat dibuat membengkak luar biasa dan bersifat tidak dapat kembali lagi pada kondisi semula. Perubahan tersebut dinamakan gelatinisasi.
Suhu pada saat granula pati pecah disebut suhu gelatinisasi yang dapat dilakukan dengan penambahan air panas.
Pati yang telah mengalami gelatinisasi dapat dikeringkan, tetapi molekul-molekul tersebut tidak dapat kembali lagi ke sifat-sifat semula. Bahan yang telah kering tersebut masih mampu menyerap air dalam jumlah yang cukup besar. Sifat inilah yang digunakan agar instant rice dan instant pudding dapat menyerap air dengan mudah, yaitu dengan menggunakan pati yang telah mengalami gelatinisasi.
Retrogradasi dan sineresis
Merupakan proses kristalisasi kembali oleh pati yang telah mengalami gelatinasi tersebut disebut retrogradasi. Apabila keluarnya atau merembesnya cairan dari suatu gel dari pati disebut sineresis
Pemecahan pati oleh Enzim
Enzim-enzim yang terdapat pada tanaman yang dapat menghodrolisis pati adalah -amilase, -amilase, dan fosforilase.
Reksi dengan iodine
Pati yang berkaitan denga iodine (I2) akan menghasilkan warna biru. Sifat ini dapat digunakan untuk menganalisis adanya pati. Hal ini disebabkan oleh struktur molekul pati yang berbentuk spiral, sehingga akan mengikat molekul iodine dan terbentuklah warna biru.
Selulosa
Selulosa merupakan serat-serat panjang yang bersama-sama hemiselulosa, pektin, dan protein membentuk struktur jaringan yang memperkuat dinding sel tanaman.
Turunan selulosa yang dikenal dengan carboxymethyl cellulose (CMC) sering dipakai dalam industri makanan untuk mendapatkan tekstur yang baik. Misalnya pada pembuatan es krim, pemakaian CMC akan memperbaiki tekstur dan kristal laktosa yang terbentuk akan lebih halus. Selulosa
Selulosa tidak larut dalam air dingin maupun air panas serta asam panas dan alkali panas. Selulosa merupakan komponen penyusun dinding sel tanaman bersama-sama dengan hemiselulosa, pektin dan protein. Selulosa merupakan polimer dari glukosa berantai lurus dengan ikatan _ (1 – 4) glikosidik dengan jumlah glukosa sampai 10.000 unit.. Ikatan _ (1 – 4) glikosidik ini menghasilkan konformasi seperti pita yang panjang. Setiap dua residu terjadi rotasi 1800 yang dapat membentuk ikatan Hidrogen antar molekul pada rantai yang paralel. Amilase mamalia tidak bisa menghidrolisis ikatan _ (1 – 4).
Hemiselulosa
Menurut Izydorczyk, Cui dan Wang (2005) hemiselulosa merupakan polisakarida heteropolimer yang menyusun dinding sel tanaman tingkat tinggi dan sering terikat dengan selulosa dan lignin. Struktur hemiselulosa dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan komposisi rantai utamanya yaitu (1) D- xylan yaitu 1-4 _ xylosa; (2) Dmanan yaitu (1 – 4) _-D- mannosa; (3) D-xyloglucan dan (4) D-galactans yaitu 1-3 _-Dgalaktosa.
Hampir semua hemiselulosa disubtitusi dengan berbagai karbohidrat lain atau residu non karbohidrat. Karena berbagai rantai cabang yang tidak seragam menyebabkan senyawa ini secara parsial larut air. Perbedaan selulosa dengan hemiselulosa yaitu hemiselulosa mempunyai derajat polimerisasi rendah (50 – 200 unit) dan mudah larut dalam alkali, tetapi sukar larut dalam asam, sedangkan selulosa sebaliknya.

Pektin
Pektin secara umum terdapat dalam dinding sel primer tanaman, khususnya di sela-sela antara selulosa dan hemiselulosa. Senyawa pektin berfungsi sebagai perekat antara dinding sel satu dengan yang lain.
Pada umumnya senyawa pektin dapat diklasifikasi menjadi tiga kelompok senyawa yaitu asam pektat, asam pektinat (pektin), dan protopektin.
Kandungan pektin dalam tanaman sangat bervariasi baik berdasarkan jenis tanamannya maupun bagian-bagian jaringannya. Komposisi kandungan protopektin, pektin, dan asam pektat di dalam buah sangat bervariasi tergantung pada derajat pematangan buah.
Pada umumnya protopektin yang tidak dapat larut itu terdapat dalam jaringan tanaman yang belum matang. Potensi pembentukan jeli dari pektin menjadi berkurang dalam buah yang terlalu matang. Buah-buahan yang dapat digunakan untuk membuat jeli adalah jambu biji, apel, lemon, plum, jeruk, serta anggur.

Glikogen
Glikogen merupakan “pati hewan”, banyak terdapat pada hati dan otot bersifat larut dalam air, serta bila bereaksi dengan iodin akan berwarna merah. Glikogen juga telah berhasil diisolasi dari benih jagung (sweet corn). Glikogen disimpan dalam hati hewan sebagai cadangan energi yang sewaktu-waktu dapat diubah menjadi glukosa.

Glikogen
Glikogen merupakan polimer glukosa dengan ikatan α (1-6). Polisakarida ini merupakan cadangan energi pada hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot sebagai granula. Glikogen serupa dengan amilopektin.

Glikogenesis
Tahap pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis) menjadi piruvat. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil KoA masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi.
Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi, misalnya untuk berpikir, mencerna makanan, bekerja dan sebagainya. Jika jumlah glukosa melampaui kebutuhan, maka dirangkai menjadi glikogen untuk cadangan makanan melalui proses glikogenesis.
Glikogen merupakan simpanan karbohidrat dalam tubuh dan analog dengan amilum pada tumbuhan. Glikogen terdapat didalam hati (sampai 6%) dan otot jarang melampaui jumlah 1%. Tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati, maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih banyak. Seperti amilum, glikogen merupakan polimer µ-D-Glukosa yang bercabang.
Glikogen otot adalah sumber heksosa untuk proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Sedangkan glikogen hati adalah simpanan sumber heksosa untuk dikirim keluar guna mempertahankan kadar glukosa darah, khususnya di antara waktu makan. Setelah 12-18 jam puasa, hampir semua simpanan glikogen hati terkuras. Tetapi glikogen otot hanya terkuras setelah seseorang melakukan olahraga yang berat dan lama.
Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai berikut:
 Glukosa mengalami fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat (reaksi yang lazim terjadi juga pada lintasan glikolisis). Di otot reaksi ini dikatalisir oleh heksokinase sedangkan di hati oleh glukokinase.
 Glukosa 6-fosfat diubah menjadi glukosa 1-fosfat dalam reaksi dengan bantuan katalisator enzim fosfoglukomutase. Enzim itu sendiri akan mengalami fosforilasi dan gugus fosfo akan mengambil bagian di dalam reaksi reversible yang intermediatnya adalah glukosa 1,6-bifosfat.
 Enz-P + Glukosa 6-fosfat «Enz + Glukosa 1,6-bifosfat « Enz-P + Glukosa 1-fosfat
 Selanjutnya glukosa 1-fosfat bereaksi dengan uridin trifosfat (UTP) untuk membentuk uridin difosfat glukosa (UDPGlc). Reaksi ini dikatalisir oleh enzim UDPGlc pirofosforilase.
 UTP + Glukosa 1-fosfat « UDPGlc + PPi
 Uridin difosfat glukosa (UDPGlc) (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper)
 Lintasan glikogenesis dan glikogenolisis (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper)
 Hidrolisis pirofosfat inorganic berikutnya oleh enzim pirofosfatase inorganik akan menarik reaksi kea rah kanan persamaan reaksi
 Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPGlc membentuk ikatan glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glikogen, sehingga membebaskan uridin difosfat. Reaksi ini dikatalisir oleh enzim glikogen sintase. Molekul glikogen yang sudah ada sebelumnya (disebut glikogen primer) harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai glikogenin.
 UDPGlc + (C6)n à UDP + (C6)n+1
Glikogen Glikogen

Residu glukosa yang lebih lanjut melekat pada posisi 1à4 untuk membentuk rantai pendek yang diaktifkan oleh glikogen sintase. Pada otot rangka glikogenin tetap melekat pada pusat molekul glikogen, sedangkan di hati terdapat jumlah molekul glikogen yang melebihi jumlah molekul glikogenin.
Setelah rantai dari glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim pembentuk cabang memindahkan bagian dari rantai 1à4 (panjang minimal 6 residu glukosa) pada rantai yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1à6 sehingga membuat titik cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh dengan penambahan lebih lanjut 1àglukosil dan pembentukan cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah, jumlah total tapak reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.

Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan glikogenolisis. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis, akan tetapi sebenarnya tidak demikian. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari glikogen diperlukan enzim fosforilase. Enzim ini spesifik untuk proses fosforolisis rangkaian 1à4 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara berurutan sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi cabang .

(C6)n + Pi à (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glikogen Glikogen

Glukan transferase dibutuhkan sebagai katalisator pemindahan unit trisakarida dari satu cabang ke cabang lainnya sehingga membuat titik cabang 1à6 terpajan. Hidrolisis ikatan 1à6 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang (debranching enzyme) yang spesifik. Dengan pemutusan cabang tersebut, maka kerja enzim fosforilase selanjutnya dapat berlangsung.

Tahap-tahap glikogenolisis (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper) yaitu: Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi. Maka tubuh adalah menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak tersedia, barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein berperan pokok sebagai pembangun tubuh.
Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa non karbohidrat, bisa dari lipid maupun protein.



Secara ringkas, jalur glukoneogenesis dari bahan lipid maupun protein dijelaskan sebagai berikut:
Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan gliserol. Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk dalam siklus Kreb’s. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis.
Untuk protein, asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus Kreb’s.

Ringkasan jalur glukoneogenesis (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper) yaitu Lintasan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein. Perhatikan jalur glukoneogenesis yaitu masuknya lipid dan asam amino ke dalam lintasan (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper)
Glukoneogenesis dari bahan protein. Dalam hal ini protein telah dipecah menjadi berbagai macam asam amino (dipetik dari: Murray dkk. Biokimia Harper)
Polisakarida Lain
o Gum Arabik yang dihasilkan dari batang pohon akasia
o Agar-agar didapatkan dari ganggang merah.
o Asam alginat atau Na-alginat dihasilkan dari suatu ganggang laut yang besar.
o Karagenan didapat dengan mengekstraksi lumut Irlandia dengan air panas. Dipergunakan sebagai stabilizer pada industri coklat dan hasil produksi susu.

Kemanisan, pencoklatan, vitamin c, dan reaksi maillard
Adanya glukosa, sukrosa, pati, dan lain-lain dapat meningkatkan cita rasa pada bahan makanan.

1.Kemanisan
Beberapa monosakarida dan oligosakarida mempunyai rasa amnis sehingga sering kali digunakan sebagai bahan pemanis. Yang sering digunakan adalah sukrosa (kristal), glukosa (dalam sirup jagung), dan dekstrosa (kristal D-Glukosa)

2.Pencoklatan (browning)
Proses pencoklatan atau browning sering terjadi pada buah-buahan seperti pisang, peach, salak, dan apel.

3.Karamelisasi
Gula caramel sering dipergunakan sebagai bahan pemberi cita rasa makanan

4.Reaksi maillard
Reaksi maillard berlangsung melalui tahap-tahap sebagai berikut:
a.Suatu aldosa bereaksi bolak-balik dengan asam amino dari protein sehingga menghasilkan basa Schiff
b.Perubahan terjadi menurut reaksi amadori sehingga amino ketosa
c.Dehidrasi dari hasil reaksi amadori membentuk turunan-turunan furfura
dehida, misalnya dari heksosa diperoleh hidroksimentil furfural.
d.Proses dehidrasi selanjutnya menghasilkan hasil antara metal dikorboksil seperti metilglioksal, asetol, dan diasetil.
e.Aldehida-aldehida aktif dari 3 dan 4 terpolimerisasi tanpa mengikutsertakan gugus amino.

5.Pencoklatan akibat vitamin c

Serat bahan makanan
Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini diungkapkan oleh para ilmuwan, bahwa serat-serat yang terdapat dalam bahan pangan yang tidak tercerna mempunyai sipat positif bagi gizi dan metabolisme.

Analisis sakarida dalam bahan makanan
Berdasarkan sifat-sifat sakarida dan reaksi-reaksi kimia yang spesifik, karbohidrat dapat dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.

a.Analisis kualitatif
Beberapa reaksi yang lebih spesifik dapat membedakan golongan karbohidrat yaitu:
-uji antron
-uji barfoed
-uji benedict
-uji orsinol bial-Hci
-uji hayati
-uji iodine
-uji molisch
-uji seliwanoft
-uji tauber
b.Analisis kuantitatif
Karbohidrat mempunyai sifat dapat memutar bidang cahaya terpolarisasi ke kanan (+) atau ke kiri (-), dan setiap gula mempunyai sudut putaran khas yang berbeda-beda sifat ini dipakai intuk analisis kuantitatif dengan menggunakan polarimeter.


DAFTAR PUSTAKA

Winarno FG,1992 Kimia Pangan Dan Gizi, jakarta : Gramedia

http://srikumalaningsih.files.wordpress.com























ANALISIS KOEFISIEN LINTAS BEBERAPA SIFAT PADA PLASMA NUTFAH GANDUM (Triticum aestivum L.) KOLEKSI BALITBIOGEN

ANALISIS KOEFISIEN LINTAS BEBERAPA SIFAT PADA PLASMA
NUTFAH GANDUM (Triticum aestivum L.) KOLEKSI BALITBIOGEN

Tanaman gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu komoditas utama yang mendominasi posisi papan atas perdagangan produk pertanian dan nutrisi dunia. Hal ini disebabkan karena gandum adalah bahan utama pembuat roti, jenis makanan paling populer di dunia, dan berbagai jenis makanan lain yang menjadi kebutuhan sebagian besar penduduk dunia seperti cuppaties, pastries, crackers, spaghetti, macaroni, pasta, biskuit, mie, farina, bulgur, makanan bayi, dan lain-lain. Tanaman gandum menjadi salah satu tanaman budidaya penting di dunia karena komoditas ini mudah beradaptasi dan dapat tumbuh di berbagai tempat, mulai dataran rendah (dekat dengan laut) hingga dataran tinggi (4.500 m dpl) dan dari daerah katulistiwa (ekuator) hingga daerah Arktik; mampu menyediakan kebutuhan kalori dan protein yang lebih tinggi dan sangat baik untuk kesehatan manusia (Bell, 1987; Rahman, 1987; Van Ginkel dan Villareal, 1996).
Indonesia merupakan negara yang mengkonsumsi gandum cukup besar di dunia dengan volume dan nilai impor dari tahun 1997–2001 cenderung berkisar 3 juta ton lebih, bahkan pada tahun 2000 impornya hampir mencapai 4 juta ton.. Pada tahun 1984 konsumsi tepung terigu per kapita per tahun mencapai 6.18 kg, kemudian meningkat menjadi 6.59 kg pada tahun 1988, dan pada tahun 1990 mencapai 9.17 kg. Kebutuhan ini terus meningkat hingga tahun 2001 menjadi 14.29 kg per kapita per tahun. (Musa, 2002). Ketergantungan negara kita terhadap impor gandum, yang setiap tahunnya cenderung terus meningkat, akan mengakibatkan semakin besarnya devisa Negara yang harus dikeluarkan untuk kepentingan ini. Hasil penelitian Azwar et al. (1989) menunjukkan bahwa gandum memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia karena dapat ditanam dan berproduksi tinggi pada beberapa lingkungan tertentu.
Kuantitas dan kualitas hasil panen sangat dipengaruhi oleh kultivar, elevasi, dan musim tanam. Berdasarkan hasil penelitian Bogasari pada tahun 2001, gandum yang ditanam di daerah Cangar, Jawa Timur (1.700 m dpl) pada musim kemarau tahun 2000 mampu memproduksi biji sebesar 3.5 t/ha–1–4.0 t/ha–1. Penelitian tentang uji adaptasi dan daya hasil gandum telah banyak dilakukan di berbagai lokasi penanaman di Indonesia (Azwar et al., 1989; Bogasari, 2001). Meskipun demikian informasi mengenai hubungan kausal antara hasil dan komponen hasil jarang dilaporkan. Karakter hasil merupakan salah satu karakter yang bersifat kuantitatif, yang nilainya sangat dipengaruhi oleh banyak factor termasuk lingkungan tumbuh, sehingga untuk menduga keragamannya diperlukan karakter lain (misalnya komponen hasil) yang diketahui memiliki hubungan fungsional dengan hasil. Pola hubungan antara hasil dan komponen hasil dapat diketahui melalui perhitungan dengan menggunakan analisis korelasi.


MENGENAL GANDUM


BISA dikatakan, di Indonesia, gandum memang bukan makanan utama. Tetapi tidak ada salahnya jika memilih konsumsi gandum sejak sekarang, karena gandum kaya akan manfaatnya.

Dengan mengonsumsi gandum, jantung Anda akan menjadi kuat dan mengurangi risiko terkena kolesterol jahat. Bahan pangan jenis padipadian, contohnya gandum, ternyata tak hanya memenuhi kebutuhan tubuh akan karbohidrat. Gandum juga menyumbangkan banyak zat gizi. Gandum (Triticum spp) adalah sejenis tanaman yang kaya akan karbohidrat.

Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol. Gandum merupakan sumber serat larut maupun tidak larut.

Adanya serat larut, terutama banyak ditemukan pada oats (havermut) dan barley (sejenis gandum), dapat membantu mengurangi kolesterol darah dan menstabilkan kadar gula darah. Sementara serat tidak larutnya berhubungan dengan perlindungan terhadap risiko terkena kanker kolon dan gangguan pencernaan seperti sembelit, wasir, dan divertikulosis.


Sebagai gambaran, dalam satu lembar roti gandum terkandung dua gram serat. Sedangkan roti putih mengandung hanya 0,5 gram setiap lembarnya. Untuk memberi pemahaman lebih baik atas manfaat gandum, Dr Joanne Slavin, seorang profesor dari Department of Food Science and Nutrition pada Universitas Minnesota, AS memberikan beberapa kesimpulan mengenai manfaat dari gandum dan hubungannya dengan kesehatan. Gandum membantu membentuk tubuh lebih baik karena mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Zat gizi tersebut merupakan sumber rendah lemak terpenting yang berasal dari karbohidrat kompleks, serat diet, protein nabati, phytokimia, antioksidan, vitamin serta mineral. Zat gizi tersebut baik untuk memperkaya diet sehari-hari. Dalam beberapa bagian, gandum dapat membantu mengurangi risiko terhadap berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular dan kanker. Selain itu, gandum juga dapat memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari dan kesehatan jangka panjang.(Koran SI/Koran SI/nsa)

www.okefood.com



SIMULATOR GANDUM

http://www.simulatortepunggandum.bravehost.com/

Simulator tepung gandum berbasis protein; suatu model pencampuran dari 3 jenis gandum untuk membentuk formula dengan protein tepung gandum yang diinginkan. Cocok juga untuk fortifikasi / enrichment tepung campuran. Model computerized yang diprogram dalam bahasa Turbo Basic (exe file) dan Ms Office Excel 2007 berjalan dalam system regresi linear sehingga untuk mencapai protein target tepung gandum yang diinginkan setiap input gandum memiliki kisaran terendah dan tertinggi. Dengan formula yang terbentuk, kita dapat mengurangi cost produksi dengan memilih formula tepung yang pas. Dalam industri penggilingan gandum, biasanya 2 atau 3 jenis gandum berprotein tinggi (strong wheat) dan gandum berprotein rendah (soft wheat) dicampur dalam silo pencampur, karena umumnya gandum berprotein tinggi lebih mahal dibandingan gandum berprotein rendah, sehingga dengan mengurangi komposisi gandum berprotein tinggi, diharapkan biaya produksi dari pengadaan bahan baku dapat dikurangi seminimal mungkin.

NILAI GIZI GANDUM

Posted on/at 21:42 by global-agriculture
Gandum (Triticum sp.) termasuk dalam golongan serealia yang merupakan bahan makanan sumber karbohidrat. Selain sebagai bahan makanan, serealia dapat pula diolah sebagai bahan-bahan industri yang penting, baik bentuk karbohidrat utamanya atau komponen lainnya (Makfoeld, 1982).

Gandum merupakan bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk dunia mengonsumsi gandum sebagai makanan pokok selain beras. Gandum dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie, pasta, tepung gandum sebagai bahan baku pembuatan roti.
Gandum dengan kualitas tinggi dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok yang terpenting bagi sebagian besar penduduk dunia, sedangkan gandum kualitas rendah digunakan untuk makanan ternak. Barometer pasaran gandum dunia ditentukan oleh pasaran gandum di Chicago, Amerika Serikat, yang merupakan negara pengekspor gandum terbedar di dunia. Perdagangan gandum dunia terus mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan dari negara-negara yang sedang berkembang, dimana impor dari negara-negara yang sedang berkembang tersebut mengambil bagian sebanyak 64 % dari seluruh perdagangan gandum dunia (Rachman, 1983).

Tanaman gandum jarang ditemukan di Indonesia karena kondisi lingkungan fisik di Indonesia tidak cocok untuk tanaman gandum yang merupakan tanaman subtropis. Akan tetapi masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai produk olahan gandum seperti mie instan bahkan lebih besar dari jagung dan ubi kayu.

Umumnya produk olahan gandum lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang hidup diperkotaan. Meningkatnya konsumsi produk olahan gandum akan meningkatkan impor gandum atau tepung gandum. Tepung gandum sendiri mempunyai kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi daripada tepung yang dibuat dari jenis lain.


TEKNOLOGI PENGOLAHAN SERELIA

Pendahuluan
Serelia merupakan jenis tanaman berbiji, sering disebut dengan rumput-rumputan termasuk dalam famili graminae. Serelia berasal dari kata “Ceres” oleh bangsa Romawi sebagai sebutan dewa biji-bijian, kurang lebih sekitar 500 sebelum masehi. Dari asal kata tersebut kemudian diubah dalam bahasa Latin menjadi “Cerialia“, kemudian di Indonesia dinamakan serelia. Serelia telah diketahui digunakan sebagai sumber bahan pangan, diantaranya Thailand, India, Malaysia dan Indonesia. Sebagai sumber pangan serelia mengandung karbohidrat tinggi selain zat penyusun lainnya. Sumber serelia yang penting di Indonesia, antara lain yaitu padi, jagung, jali atau sorgum, jawawut, gandum; sedang di luar negeri dikenal sejenis gandum, diantaranya adalah barley, oat, rye dan lainnya. Dalam tabel 1, tercantum beberapa golongan serelia yang sering sebagai sumber bahan pangan.
Tabel 1. Golongan Serelia
Nama Nama Latin Nama Inggris
Padi
Jagung
Cantel/sorgum
Jali
Jawawut
Gandum
Avena
Barley Oryza sativa
Zea mays
Sorghum vulgare
Coix lacrima jobi
Panicum viride
Triticum sp.
Avena sativa
Hordeum sativum Rice
Corn
Sorghum (broom corn)
Job’s tear
Press millet
Wheat
Oat
Barley

Gandum tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, namun beberapa macam jenis, antara lain hordeum vulgare, secale cereals; demikian pula jenis jawawut diantaranya Panicum sp, eleusin sp. Setaria sp, pennisetum sp, fagopyrum esculenta dan beberapa lainnya.


Sebagai bahan pangan, serelia mempunyai angka jumlah kalori per 100 gram sekitar 300 kalori, jumlah kalori, selain dari karbohidrat juga dari bagian lemak dan protein, meskipun dalam serelia relatif tidak begitu besar. Serelia selain sebagai bahan pangan, beberapa hasil samping digunakan dalam bahan industri atau kepentingan lain. Hampir semua biji serelia merupakan sumber karbohidrat sehingga merupakan sumber bahan pangan yang banyak digunakan di beberapa negara, terutama yang beriklim tropis.

Pengolahan Padi
Di bawah ini diberikan tahapan urutan atau diagram alir pengolahan padi menjadi beras dan pengolahan beras setengah tanak (parboiled rice).

Pemanenan
Pemanenan merupakan pemungutan butir padi baik dilakukan di sawah atau tegal bila padi telah cukup masak. Pemanenan atau sering dinamakan pemungutan dilakukan dengan ketam (”ani-ani” bahasa Jawa), kadang sabit atau lebih lanjut bila areal luas dengan mesin pemungut. Suatu kriteria butir padi masak ditandai dengan telah menguningnya sebagian besar malai (80%) atau diperhitungkan sesuai umur padi umumnya. Keadaan padi masak diperkirakan mempunyai kandungan air sekitar 25-27%.
Dalam pemanenan perlu diusahakan tidak banyak butir padi yang hilang, maka perlu hati-hati dan batasi sedikit mungkin kehilangannya. Perlu diketahui suatu kehilangan hasil pertanian di Indonesia dianggap masih cukup besar, diperkirakan lebih dari 20 – 25%, suatu kehilangan diantaranya dalam panen (1-3%), penanganan (2-7%), pengolahan (2-6%) dan pengeringan (1-5%). Saat panen yang tepat perlu sekali diperhatikan karena akan mempengaruhi proses lebih lanjut yaitu penggilingan. Pemanenan lambat akan mengakibatkan didapatnya butir muda dan suatu hasil penggilingan rendah dengan dihasilkan banyak butir berkapur (chalky grains). Akibat lain dari panen lambat yaitu timbulnya banyak butir pecah (broken rice), karena dianggap pemanenan lambat padi terlalu lama karena terkena sinar matahari sehingga butir menjadi keras dan mudah retak.
Dalam pemanenan butir padi, yaitu butiran padi bersama malainya akan ikut serta di dalamnya. Perlu diketahui bahwa bagian tangkai padi (malai) relatif cukup besar sekitar 25% berat butiran padi, sehingga sebaiknya bagian tangkai sesegera mungkin dapat dipisahkan agar tidak menimbulkan dalam pengolahan lebih lanjut. Kesulitan bila malai didapat bersama butir padi antara lain adalah:
Menambah berat bahan (25%), volume menjadi lebih besar hampir sebanyak tiga kali lipat yang keduanya akan mengganggu pengangkutan. Pengemasan relatif sukar dengan kemungkinan hilang lebih banyak. Didapatnya bagian tangkai akan mengganggu pengeringan.
Butir bertangkai lebih mudah terserang mikroorganisme.

Penggabahan atau Perontokan (Threshing)
Penggabahan atau perontokan adalah perlakuan pemisahan butir padi berupa gabah dari tangkai atau malai, secara umumnya sering dinamakan perontokan. Perontokan dapat dilakukan secara sederhana dengan memukulkan bagian tangkai yang berbutir pada suatu landasan penginjakan (”ilesan”), penumbukan dengan alat atau mesin perontok. Macam peralatan atau mesin didapat dalam berbagai macam tipe dan kapasitas sesuai kemampuan perontokannya.
Lepas dari perontokan berupa gabah, yang biasanya selama perontokan sekaligus diadakan pengayakan atau penyaringan, sehingga tinggal dimasukan ke pengeringan

Pengeringan
Dari perontokan atau penggabahan, gabah kadang masih mengandung air dan perlu diadakan pengeringan, dengan maksud tidak cepat mengalami pembusukan dan terkena pertumbuhan jamur. Lepas dari penggabahan diharapkan kandungan air sekitar 21%. Perlakuan pengeringan menjadikan gabah tidak cepat rusak, menghentikan kegiatan mikroorganisme dan memudahkan pengolahan lebih lanjut. Kerusakan gabah dapat terjadi karena beberapa sebab antara lain adalah:
1. Suhu relatif masih agak tinggi
2. Masih ada pernafasan (respirasi) yang tinggi
3. Kandungan air gabah masih tinggi, sekitar 25 – 27%
4. Kegiatan mikroorganisme juga masih tinggi
5. Kemungkinan masih didapat bahan asing yang mengganggu
Setelah pengeringan dimaksudkan agar kandungan air gabah turun menjadi sekitar 13-14%. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari, yang disebut sebagai “penjemuran”, penjemuran dipandang suatu cara yang murah. Bila sinar matahari cukup cerah, penjemuran selama 2-3 hari, gabah diperkirakan telah cukup kering. Dalam skala luas kiranya pemanasan buatan dengan peralatan atau mesin pengeringan perlu dipertimbangkan.

Penyimpanan
Penyimpanan merupakan perlakuan setelah pengeringan yang bersifat sementara sebelum diadakan penggilingan. Dalam skala kecil dapat berupa lambung atau lainnya, namun dalam skala luas maka diperlukan suatu tempat atau ruang beserta perlengkapan yang memadai. Penyimpanan memang mudah dalam bentuk gabah kering dengan kandungan air 14-15%, dalam kelembaban relatif 78%. Penyimpanan gabah yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan gabah bersangkutan.
Penggilingan
Gabah kering kemudian dapat segera digiling dalam penggilingan. Penggilingan dilakukan dengan maksud memisahkan bagian sekam dari butir beras. Sebagaimana urutan pengolahan, dalam penggilingan melalui beberapa tahap, yaitu: pembersihan, pemecahan kulit, penyosohan, pemutihan, pengayakan, atau pemisahan, kemudian dilakukan pengemasan dan terakhir penggudangan.
Pengolahan Jagung
Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn.
Pengolahan jagung secara garis besar dapat dibagi dalam 2 cara, yaitu pengolahan kering (dry method) dan pengolahan basah (wet method). Pengolahan kering dengan dilakukan pengeringan butiran jagung, kemudian dihasilkan butir kering utuh dan dari bentuk utuh dapat diperkecil dalam pecahan butir atau lebih lanjut ditepungkan. Pengolahan basah umumnya dilakukan penggilingan dan lainnya yang akhirnya dalam bentuk tepung jagung. Secara umum pengolahan jagung disebut sebagai “penggilingan”.
Sentra Penanaman
Di Indonesia, daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, D. I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku. Khusus di daerah Jawa Timur dan Madura, budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya.
Jenis
Sistematika tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup)
Classis : Monocotyledone (berkeping satu)
Ordo : Graminae (rumput-rumputan)
Familia : Graminaceae
Genus : Zea
Species : Zea Mays L.
Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.
Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan:
1. Berumur pendek (genjah): 79-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu dan Arjuna.
2. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibride C 1, Hibrida CP 1 dan CP 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin, Metro dan Pandu.
3. Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bestar, Kuning, Bima dan Harapan.

Manfaat
Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Di daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok.
Panen
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu, masak lunak, masak tua dan masak kering/masak mati.
Penggilingan Kering
Penggilingan kering melalui beberapa tahapan pengolahan, antara lain pembersihan, kondisioning, penggilingan, pemisahan dan pengayakan, pengemasan dan penyimpanan atau penggudangan.
Penggilingan
Setelah dari kondisioning, butiran biji lunak dimasukkan ke penggilingan, penggiling berbentuk selinder yang terdiri dari beberapa seri (baterai), dapat terdiri dari 3-4 seri baterai dan bagian bawah dilengkapi dengan pemisah. Melalui beberapa seri selinder, butiran jagung dihancurkan/dilembutkan menjadi butiran lebih kecil sebagai tepung.
Pemisah dapat berbentuk scalper pemisah aspirasi udara (purifier) atau penyaring (plant sifter). Pemisah akhir dapat berukuran 156 mesh dengan diameter lubang 0,06 mm yang banyak digunakan.
Pemisahan atau Penyaringan
Setelah dari penggilingan bahan yang telah bentuk butiran kecil atau tepung dipisahkan lebih lanjut dengan aspirator yang dinamakan “air classifier“, yang akan memisahkan tepung menjadi 4 fraksi dengan ukuran fraksi antara 10-14 mikron. Hasil tepung lebih lanjut diadakan pengemasan, kemudian diadakan penyimpanan dalam gudang dan terakhir siap didistribusikan.



Pengolahan Basah (Wet Method)
Pengolahan basah berbeda dengan pengolahan kering, terutama dalam hal banyaknya air yang ditambahkan dalam bahan; pemberian air yang menutup butiran bahan lebih dikenal dengan perendaman (steeping). Dengan perendaman maka butir jagung menjadi lunak, mudah terpisahkan bagian endosperm dan lembaga sehingga memudahkan dalam penggilingannya.
Kacang Tanah
Sebagai bahan pangan lain, kepentingan utama mengenal komposisi kimiawi kacang tanah (arachis hypogeal L) terutama ditujukan untuk mengetahui potensi bahan ini sebagai sumber pangan. Kacang tanah banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak goreng, tepung kacang, protein konsentrat, protein isolate dan sebagainya, oleh sebab itu pengetahuan mengenai komposisi kimia serta sifat-sifatnya, sangat diperlukan dalam menyiapkan bahan-bahan tersebut.
Biji kacang tanah mempunyai variasi berat antara 0,2 sampai 5 g, tersusun dari kira-kira 2% kulit luar, 73% keping biji, 4% kulit ari dan 3% calon tunas.
Air
Kacang tanah yang baru saja dipanen, mengandung air kira-kira 40%. Setelah dikeringkan akan mengandung air kurang dari 10%, biasanya berkisar antara 5-8%. Pengeringan ini sampai mencapai kadar air rendah diperlukan untuk mencegah serangan jamur selama penyimpanan. Menurut beberapa peneliti, kacang tanah yang dikeringkan pada kelembaban relatif 75%, akan mencapai kesetimbangan higroskopis antara 7,5-8,0% apabila dikeringkan pada suhu kamar atau 70° C; sedang apabila kelembaban-kelembaban relatif 43%, akan mencapai kadar air sebesar 5,0-5,5%.
Lipida
Kacang tanah merupakan sumber minyak (44-56%) maupun protein (25-34%). Minyak kacang tanah tersusun dari campuran gliserida dengan komposisi kira-kira 80% asam lemak tidak jenuh dan 20% asam lemak jenuh dari berbagai variasi asam lemak. Pada suhu kamar minyak tanah merupakan cairan agak viscous, berwarna kuning muda serta mempunyai sedikit aroma dan rasa kacang apabila disimpan pada suhu kira-kira 0° akan menjadi beku.
Protein
Protein kacang tanah dapat dipisahkan menjadi dua bagian besar yaitu arachin dan conarachin. Arachin dapat dipisahkan dari larutan protein kacang tanah dengan selurasi 40% ammonium sulfat. Arachin penyusun kira-kira 63% total protein, terdiri atas 2 komponen utama dengan rasio 3:1. Sedang conorachin menyusun kira-kira 33% total protein, terdiri atas 2 komponen utama dengan rasio 4:1.
Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.
Panen
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
1. Batang mulai mengeras
2. Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, polong sudah berisi penuh dan keras.
3. Warna polong coklat kehitam-hitaman.
http://amboinas.wordpress.com


Manfaat gandum buat hipertensi
October 11, 2008 by Administrator
Filed under Healthy

gandum digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan roti, cake, biskuit, pastri, dan sereal sarapan. Selain kaya akan karbohidrat dan protein, dalam setiap 100 gram gandum terkandung 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium yang bermanfaat, antara lain dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner dan darah tinggi.

Food and Drug Administration, badan yang mengawasi makanan dan obat-obatan di Amerika, pada tahun 1999 mengumumkan fakta baru tentang manfaat gandum. Gandum memiliki khasiat bagi kesehatan jantung. Menurut penelitian terakhir, gandum dapat menurunkan tingginya tekanan darah. Hasil penelitian itu dimuat oleh American Journal of Clinical Nutrition tahun lalu.

Menurut dr Prapti Utami, seorang herbalis, konsultan dan penulis buku Terapi dengan Tanaman Obat, gandum memiliki kandungan serat yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit jantung koroner. “Oatmeal memiliki serat alami yang daya serap air paling baik. Ia mengandung folic acid yang dapat mengurangi dan menyembuhkan penyakit jantung koroner. Oatmeal didapat dari biji gandum yang telah diolah. Biji gandum terdiri atas dua bagian. Bagian luar, sekam dan biji bagian dalam, yakni groat,” terangnya.

Selain itu, oat bran yang didapat dari lapisan terluar oat groat menjadi sumber terbaik serat yang dapat dicerna (soluble fibre). Serat pada oat bran dapat mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh. Peran inilah yang bisa membuat turunnya kolesterol dalam darah. Orang yang menderita obesitas bisa mengombinasikan oat dengan makanan rendah kolesterol dan lemak. Oat juga baik dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes.

Berdasarkan penelitian, gandum mengandung berbagai senyawa fitokimia, yakni senyawa dalam tanaman kimia dalam tanaman yang mempunyai pengaruh positif bagi kesehatan.

Ada beberapa senyawa fitokimia, yakni lignan. Estrogen tanaman (fitoestrogen) mampu menekan risiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada binatang percobaan. Asam fitat pun dapat mengurangi kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes serta memberikan efek perlindungan terhadap risiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar).

Senyawa yang lain adalah saponin, fitosterol, squalen, orisanol, dan tokotrienol yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sementara senyawa fenol berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat ion-ion radikal bebas sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Meski memiliki banyak senyawa fitokimia, gandum merupakan makanan yang aman dari zat adiktif. “Kebanyakan produk oatmeal tidak mengandung bahan adiktif apa pun. Bahkan tidak ada bahan pengawet maupun pewarna pada mayoritas produk oatmeal” katanya.

Menurut penelitian, 50 persen perempuan berusia lebih dari 20 tahun lalu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial macam kalsium, folic acid, vitamin B6, vitamin A dan E, serta zat besi. Dengan mengonsumsi gandum, kebutuhan nutrisi tersebut bisa terpenuhi. Produk gandum tersebut bisa terpenuhi. Produk gandum khusus perempuan berbentuk sereal. Di dalamnya, terdapat vitamin A, D, kalsium yang berguna bagi kesehatan tulang, dan penambah energi berupa zat besi dan vitamin B, serta folic acid dan vitamin E.

Cara termudah untuk menyiapkan steel cut oats ialah dengan merendamnya semalaman. Sebelum tidur, didihkan 4 gelas air dalam panci dan tambahan satu gelas oatmeal. Aduk hingga benar-benar larut dan matikan apinya. Biarkan oatmeal dalam panci tertutup hingga pagi. Ketika akan disajikan, panaskan kembali oatmeal agar hangat. Anda juga bisa memanfaatkan food processor untuk menyiapkan gandum. Pisau-pisau di dalam food processor akan mengiris gandum.

Atau bisa juga bisa dimasak dengan microwave. Campurkan setengah gelas steel cut oat dengan dua gelas air di dalam mangkuk yang bisa menampung delapan gelas air. Tutup mangkuknya dengan plastik pembungkus lalu masukkan ke dalam microwave. Panaskan selama lima menit. Aduk rata dan hangatkan kembali dalam microwave selama lima menit.

sumber : http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/25/27/139647/atasi-hipertensi-dengan-gandum



JEPANG: TEPUNG BERAS GANTI TEPUNG GANDUM

www.sinartani.com
Tepung beras sudah dikenal dan digunakan masyarakat Jepang sejak ribuan tahun lalu. Namun baru dalam beberapa tahun terakhir ini trend baru muncul dan populer di negeri itu: Tepung beras mulai menggantikan tepung terigu untuk pembuatan roti, mie, kue-kue dan banyak lagi yang tadinya dibuat dengan tepung terigu sebagai bahan utama.
Masaru Yamada dan Satomi Tamai, wartawan koran pertanian terbesar di Jepang “The Japan Agricultural News” mengungkapkan dalam “Rice Today” bagaimana trend tersebut menyemarak dengan dukungan kreativitas teknik dan teknologi pengolahan di dunia industri pengolahan pangan. Perkembangan itu yang dimotori kebijakan publik memperoleh sambutan hangat dari dunia usaha swasta maupun koperasi pertanian.
Terjadi perkembangan pesat peningkatan pasar aneka produk makanan dari tepung beras sebagai pengganti tepung gandum karena sambutan yang bersemangat dari konsumen yang tertarik oleh citarasa yang memenuhi selera mereka. Pada tahun 2003, konsumen Jepang yang tahu tentang roti yang terbuat dari tepung beras kurang dari 7%. Hanya dalam waktu 3 tahun kemudian, yakni tahun 2006, jumlah tersebut melonjak menjadi 44%.
Pembuatan roti berbahan tepung beras sebagai ganti tepung gandum dimulai tahun 2003 sebagai bagian dari program pengembangan makan siang anak sekolah Jepang. Kebijakan ini terkait dengan upaya mendorong penggunaan bahan pangan produksi dalam negeri termasuk sayuran dan beras. Dalam perkembangannya, selain untuk roti, kue-kue dan penganan lainnya, penggunaan untuk pembuatan mie sebagai pengganti tepung gandum soba (buckwheat yang sudah tradisional) kini merupakan yang terbanyak.
Kreativitas dan teknologi banyak berperan untuk memacu perkembangan tersebut. Koperasi pertanian pemilik restoran mie tradisional yang memperkenalkan mie tepung beras “Haenuki Men” mengungkap sedikit rahasia keberhasilannya. Yakni bahwa untuk memperoleh tekstur mie tepung beras yang hebat, mereka mencampurkan sedikit pati kentang. Karakter tekstur demikian tidak ada pada mie dari tepung gandum soba.
Teknologi penggilingan yang disempurnakan untuk memperoleh tepung yang lebih halus ikut berperan dalam pengembangan roti dan kue-kue dari tepung beras. Semakin halus tepung berasnya, sifat lengketnya meningkat (stickier). Karakter ini disenangi konsumen Jepang. Starbucks Coffee Japan menilai citarasa lengket cocok dengan minuman kopi sehingga mulai menjual kue-kue tepung beras.