Buah vector

Buah vector

biodata

biodata

cover

cover

motif flora

motif flora

desain produk

desain produk

wedding cake

wedding cake

stempel

stempel

brosur

brosur

kartu nama

kartu nama

kartu nama 1

kartu nama 1

logo

logo

Selasa, 10 November 2009

ANALISIS KOEFISIEN LINTAS BEBERAPA SIFAT PADA PLASMA NUTFAH GANDUM (Triticum aestivum L.) KOLEKSI BALITBIOGEN

ANALISIS KOEFISIEN LINTAS BEBERAPA SIFAT PADA PLASMA
NUTFAH GANDUM (Triticum aestivum L.) KOLEKSI BALITBIOGEN

Tanaman gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu komoditas utama yang mendominasi posisi papan atas perdagangan produk pertanian dan nutrisi dunia. Hal ini disebabkan karena gandum adalah bahan utama pembuat roti, jenis makanan paling populer di dunia, dan berbagai jenis makanan lain yang menjadi kebutuhan sebagian besar penduduk dunia seperti cuppaties, pastries, crackers, spaghetti, macaroni, pasta, biskuit, mie, farina, bulgur, makanan bayi, dan lain-lain. Tanaman gandum menjadi salah satu tanaman budidaya penting di dunia karena komoditas ini mudah beradaptasi dan dapat tumbuh di berbagai tempat, mulai dataran rendah (dekat dengan laut) hingga dataran tinggi (4.500 m dpl) dan dari daerah katulistiwa (ekuator) hingga daerah Arktik; mampu menyediakan kebutuhan kalori dan protein yang lebih tinggi dan sangat baik untuk kesehatan manusia (Bell, 1987; Rahman, 1987; Van Ginkel dan Villareal, 1996).
Indonesia merupakan negara yang mengkonsumsi gandum cukup besar di dunia dengan volume dan nilai impor dari tahun 1997–2001 cenderung berkisar 3 juta ton lebih, bahkan pada tahun 2000 impornya hampir mencapai 4 juta ton.. Pada tahun 1984 konsumsi tepung terigu per kapita per tahun mencapai 6.18 kg, kemudian meningkat menjadi 6.59 kg pada tahun 1988, dan pada tahun 1990 mencapai 9.17 kg. Kebutuhan ini terus meningkat hingga tahun 2001 menjadi 14.29 kg per kapita per tahun. (Musa, 2002). Ketergantungan negara kita terhadap impor gandum, yang setiap tahunnya cenderung terus meningkat, akan mengakibatkan semakin besarnya devisa Negara yang harus dikeluarkan untuk kepentingan ini. Hasil penelitian Azwar et al. (1989) menunjukkan bahwa gandum memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan di Indonesia karena dapat ditanam dan berproduksi tinggi pada beberapa lingkungan tertentu.
Kuantitas dan kualitas hasil panen sangat dipengaruhi oleh kultivar, elevasi, dan musim tanam. Berdasarkan hasil penelitian Bogasari pada tahun 2001, gandum yang ditanam di daerah Cangar, Jawa Timur (1.700 m dpl) pada musim kemarau tahun 2000 mampu memproduksi biji sebesar 3.5 t/ha–1–4.0 t/ha–1. Penelitian tentang uji adaptasi dan daya hasil gandum telah banyak dilakukan di berbagai lokasi penanaman di Indonesia (Azwar et al., 1989; Bogasari, 2001). Meskipun demikian informasi mengenai hubungan kausal antara hasil dan komponen hasil jarang dilaporkan. Karakter hasil merupakan salah satu karakter yang bersifat kuantitatif, yang nilainya sangat dipengaruhi oleh banyak factor termasuk lingkungan tumbuh, sehingga untuk menduga keragamannya diperlukan karakter lain (misalnya komponen hasil) yang diketahui memiliki hubungan fungsional dengan hasil. Pola hubungan antara hasil dan komponen hasil dapat diketahui melalui perhitungan dengan menggunakan analisis korelasi.


MENGENAL GANDUM


BISA dikatakan, di Indonesia, gandum memang bukan makanan utama. Tetapi tidak ada salahnya jika memilih konsumsi gandum sejak sekarang, karena gandum kaya akan manfaatnya.

Dengan mengonsumsi gandum, jantung Anda akan menjadi kuat dan mengurangi risiko terkena kolesterol jahat. Bahan pangan jenis padipadian, contohnya gandum, ternyata tak hanya memenuhi kebutuhan tubuh akan karbohidrat. Gandum juga menyumbangkan banyak zat gizi. Gandum (Triticum spp) adalah sejenis tanaman yang kaya akan karbohidrat.

Gandum biasanya digunakan untuk memproduksi tepung terigu, pakan ternak, ataupun difermentasi untuk menghasilkan alkohol. Gandum merupakan sumber serat larut maupun tidak larut.

Adanya serat larut, terutama banyak ditemukan pada oats (havermut) dan barley (sejenis gandum), dapat membantu mengurangi kolesterol darah dan menstabilkan kadar gula darah. Sementara serat tidak larutnya berhubungan dengan perlindungan terhadap risiko terkena kanker kolon dan gangguan pencernaan seperti sembelit, wasir, dan divertikulosis.


Sebagai gambaran, dalam satu lembar roti gandum terkandung dua gram serat. Sedangkan roti putih mengandung hanya 0,5 gram setiap lembarnya. Untuk memberi pemahaman lebih baik atas manfaat gandum, Dr Joanne Slavin, seorang profesor dari Department of Food Science and Nutrition pada Universitas Minnesota, AS memberikan beberapa kesimpulan mengenai manfaat dari gandum dan hubungannya dengan kesehatan. Gandum membantu membentuk tubuh lebih baik karena mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
Zat gizi tersebut merupakan sumber rendah lemak terpenting yang berasal dari karbohidrat kompleks, serat diet, protein nabati, phytokimia, antioksidan, vitamin serta mineral. Zat gizi tersebut baik untuk memperkaya diet sehari-hari. Dalam beberapa bagian, gandum dapat membantu mengurangi risiko terhadap berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular dan kanker. Selain itu, gandum juga dapat memberikan energi untuk aktivitas sehari-hari dan kesehatan jangka panjang.(Koran SI/Koran SI/nsa)

www.okefood.com



SIMULATOR GANDUM

http://www.simulatortepunggandum.bravehost.com/

Simulator tepung gandum berbasis protein; suatu model pencampuran dari 3 jenis gandum untuk membentuk formula dengan protein tepung gandum yang diinginkan. Cocok juga untuk fortifikasi / enrichment tepung campuran. Model computerized yang diprogram dalam bahasa Turbo Basic (exe file) dan Ms Office Excel 2007 berjalan dalam system regresi linear sehingga untuk mencapai protein target tepung gandum yang diinginkan setiap input gandum memiliki kisaran terendah dan tertinggi. Dengan formula yang terbentuk, kita dapat mengurangi cost produksi dengan memilih formula tepung yang pas. Dalam industri penggilingan gandum, biasanya 2 atau 3 jenis gandum berprotein tinggi (strong wheat) dan gandum berprotein rendah (soft wheat) dicampur dalam silo pencampur, karena umumnya gandum berprotein tinggi lebih mahal dibandingan gandum berprotein rendah, sehingga dengan mengurangi komposisi gandum berprotein tinggi, diharapkan biaya produksi dari pengadaan bahan baku dapat dikurangi seminimal mungkin.

NILAI GIZI GANDUM

Posted on/at 21:42 by global-agriculture
Gandum (Triticum sp.) termasuk dalam golongan serealia yang merupakan bahan makanan sumber karbohidrat. Selain sebagai bahan makanan, serealia dapat pula diolah sebagai bahan-bahan industri yang penting, baik bentuk karbohidrat utamanya atau komponen lainnya (Makfoeld, 1982).

Gandum merupakan bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat. Oleh karena itu, sebagian besar penduduk dunia mengonsumsi gandum sebagai makanan pokok selain beras. Gandum dapat diolah menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie, pasta, tepung gandum sebagai bahan baku pembuatan roti.
Gandum dengan kualitas tinggi dimanfaatkan sebagai bahan makanan pokok yang terpenting bagi sebagian besar penduduk dunia, sedangkan gandum kualitas rendah digunakan untuk makanan ternak. Barometer pasaran gandum dunia ditentukan oleh pasaran gandum di Chicago, Amerika Serikat, yang merupakan negara pengekspor gandum terbedar di dunia. Perdagangan gandum dunia terus mengalami kenaikan karena meningkatnya permintaan dari negara-negara yang sedang berkembang, dimana impor dari negara-negara yang sedang berkembang tersebut mengambil bagian sebanyak 64 % dari seluruh perdagangan gandum dunia (Rachman, 1983).

Tanaman gandum jarang ditemukan di Indonesia karena kondisi lingkungan fisik di Indonesia tidak cocok untuk tanaman gandum yang merupakan tanaman subtropis. Akan tetapi masyarakat Indonesia cenderung lebih menyukai produk olahan gandum seperti mie instan bahkan lebih besar dari jagung dan ubi kayu.

Umumnya produk olahan gandum lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang hidup diperkotaan. Meningkatnya konsumsi produk olahan gandum akan meningkatkan impor gandum atau tepung gandum. Tepung gandum sendiri mempunyai kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi daripada tepung yang dibuat dari jenis lain.


TEKNOLOGI PENGOLAHAN SERELIA

Pendahuluan
Serelia merupakan jenis tanaman berbiji, sering disebut dengan rumput-rumputan termasuk dalam famili graminae. Serelia berasal dari kata “Ceres” oleh bangsa Romawi sebagai sebutan dewa biji-bijian, kurang lebih sekitar 500 sebelum masehi. Dari asal kata tersebut kemudian diubah dalam bahasa Latin menjadi “Cerialia“, kemudian di Indonesia dinamakan serelia. Serelia telah diketahui digunakan sebagai sumber bahan pangan, diantaranya Thailand, India, Malaysia dan Indonesia. Sebagai sumber pangan serelia mengandung karbohidrat tinggi selain zat penyusun lainnya. Sumber serelia yang penting di Indonesia, antara lain yaitu padi, jagung, jali atau sorgum, jawawut, gandum; sedang di luar negeri dikenal sejenis gandum, diantaranya adalah barley, oat, rye dan lainnya. Dalam tabel 1, tercantum beberapa golongan serelia yang sering sebagai sumber bahan pangan.
Tabel 1. Golongan Serelia
Nama Nama Latin Nama Inggris
Padi
Jagung
Cantel/sorgum
Jali
Jawawut
Gandum
Avena
Barley Oryza sativa
Zea mays
Sorghum vulgare
Coix lacrima jobi
Panicum viride
Triticum sp.
Avena sativa
Hordeum sativum Rice
Corn
Sorghum (broom corn)
Job’s tear
Press millet
Wheat
Oat
Barley

Gandum tidak hanya terdiri dari satu jenis saja, namun beberapa macam jenis, antara lain hordeum vulgare, secale cereals; demikian pula jenis jawawut diantaranya Panicum sp, eleusin sp. Setaria sp, pennisetum sp, fagopyrum esculenta dan beberapa lainnya.


Sebagai bahan pangan, serelia mempunyai angka jumlah kalori per 100 gram sekitar 300 kalori, jumlah kalori, selain dari karbohidrat juga dari bagian lemak dan protein, meskipun dalam serelia relatif tidak begitu besar. Serelia selain sebagai bahan pangan, beberapa hasil samping digunakan dalam bahan industri atau kepentingan lain. Hampir semua biji serelia merupakan sumber karbohidrat sehingga merupakan sumber bahan pangan yang banyak digunakan di beberapa negara, terutama yang beriklim tropis.

Pengolahan Padi
Di bawah ini diberikan tahapan urutan atau diagram alir pengolahan padi menjadi beras dan pengolahan beras setengah tanak (parboiled rice).

Pemanenan
Pemanenan merupakan pemungutan butir padi baik dilakukan di sawah atau tegal bila padi telah cukup masak. Pemanenan atau sering dinamakan pemungutan dilakukan dengan ketam (”ani-ani” bahasa Jawa), kadang sabit atau lebih lanjut bila areal luas dengan mesin pemungut. Suatu kriteria butir padi masak ditandai dengan telah menguningnya sebagian besar malai (80%) atau diperhitungkan sesuai umur padi umumnya. Keadaan padi masak diperkirakan mempunyai kandungan air sekitar 25-27%.
Dalam pemanenan perlu diusahakan tidak banyak butir padi yang hilang, maka perlu hati-hati dan batasi sedikit mungkin kehilangannya. Perlu diketahui suatu kehilangan hasil pertanian di Indonesia dianggap masih cukup besar, diperkirakan lebih dari 20 – 25%, suatu kehilangan diantaranya dalam panen (1-3%), penanganan (2-7%), pengolahan (2-6%) dan pengeringan (1-5%). Saat panen yang tepat perlu sekali diperhatikan karena akan mempengaruhi proses lebih lanjut yaitu penggilingan. Pemanenan lambat akan mengakibatkan didapatnya butir muda dan suatu hasil penggilingan rendah dengan dihasilkan banyak butir berkapur (chalky grains). Akibat lain dari panen lambat yaitu timbulnya banyak butir pecah (broken rice), karena dianggap pemanenan lambat padi terlalu lama karena terkena sinar matahari sehingga butir menjadi keras dan mudah retak.
Dalam pemanenan butir padi, yaitu butiran padi bersama malainya akan ikut serta di dalamnya. Perlu diketahui bahwa bagian tangkai padi (malai) relatif cukup besar sekitar 25% berat butiran padi, sehingga sebaiknya bagian tangkai sesegera mungkin dapat dipisahkan agar tidak menimbulkan dalam pengolahan lebih lanjut. Kesulitan bila malai didapat bersama butir padi antara lain adalah:
Menambah berat bahan (25%), volume menjadi lebih besar hampir sebanyak tiga kali lipat yang keduanya akan mengganggu pengangkutan. Pengemasan relatif sukar dengan kemungkinan hilang lebih banyak. Didapatnya bagian tangkai akan mengganggu pengeringan.
Butir bertangkai lebih mudah terserang mikroorganisme.

Penggabahan atau Perontokan (Threshing)
Penggabahan atau perontokan adalah perlakuan pemisahan butir padi berupa gabah dari tangkai atau malai, secara umumnya sering dinamakan perontokan. Perontokan dapat dilakukan secara sederhana dengan memukulkan bagian tangkai yang berbutir pada suatu landasan penginjakan (”ilesan”), penumbukan dengan alat atau mesin perontok. Macam peralatan atau mesin didapat dalam berbagai macam tipe dan kapasitas sesuai kemampuan perontokannya.
Lepas dari perontokan berupa gabah, yang biasanya selama perontokan sekaligus diadakan pengayakan atau penyaringan, sehingga tinggal dimasukan ke pengeringan

Pengeringan
Dari perontokan atau penggabahan, gabah kadang masih mengandung air dan perlu diadakan pengeringan, dengan maksud tidak cepat mengalami pembusukan dan terkena pertumbuhan jamur. Lepas dari penggabahan diharapkan kandungan air sekitar 21%. Perlakuan pengeringan menjadikan gabah tidak cepat rusak, menghentikan kegiatan mikroorganisme dan memudahkan pengolahan lebih lanjut. Kerusakan gabah dapat terjadi karena beberapa sebab antara lain adalah:
1. Suhu relatif masih agak tinggi
2. Masih ada pernafasan (respirasi) yang tinggi
3. Kandungan air gabah masih tinggi, sekitar 25 – 27%
4. Kegiatan mikroorganisme juga masih tinggi
5. Kemungkinan masih didapat bahan asing yang mengganggu
Setelah pengeringan dimaksudkan agar kandungan air gabah turun menjadi sekitar 13-14%. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari, yang disebut sebagai “penjemuran”, penjemuran dipandang suatu cara yang murah. Bila sinar matahari cukup cerah, penjemuran selama 2-3 hari, gabah diperkirakan telah cukup kering. Dalam skala luas kiranya pemanasan buatan dengan peralatan atau mesin pengeringan perlu dipertimbangkan.

Penyimpanan
Penyimpanan merupakan perlakuan setelah pengeringan yang bersifat sementara sebelum diadakan penggilingan. Dalam skala kecil dapat berupa lambung atau lainnya, namun dalam skala luas maka diperlukan suatu tempat atau ruang beserta perlengkapan yang memadai. Penyimpanan memang mudah dalam bentuk gabah kering dengan kandungan air 14-15%, dalam kelembaban relatif 78%. Penyimpanan gabah yang tidak sesuai akan menyebabkan kerusakan gabah bersangkutan.
Penggilingan
Gabah kering kemudian dapat segera digiling dalam penggilingan. Penggilingan dilakukan dengan maksud memisahkan bagian sekam dari butir beras. Sebagaimana urutan pengolahan, dalam penggilingan melalui beberapa tahap, yaitu: pembersihan, pemecahan kulit, penyosohan, pemutihan, pengayakan, atau pemisahan, kemudian dilakukan pengemasan dan terakhir penggudangan.
Pengolahan Jagung
Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn.
Pengolahan jagung secara garis besar dapat dibagi dalam 2 cara, yaitu pengolahan kering (dry method) dan pengolahan basah (wet method). Pengolahan kering dengan dilakukan pengeringan butiran jagung, kemudian dihasilkan butir kering utuh dan dari bentuk utuh dapat diperkecil dalam pecahan butir atau lebih lanjut ditepungkan. Pengolahan basah umumnya dilakukan penggilingan dan lainnya yang akhirnya dalam bentuk tepung jagung. Secara umum pengolahan jagung disebut sebagai “penggilingan”.
Sentra Penanaman
Di Indonesia, daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Madura, D. I. Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Maluku. Khusus di daerah Jawa Timur dan Madura, budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya.
Jenis
Sistematika tanaman jagung adalah sebagai berikut:
Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan)
Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup)
Classis : Monocotyledone (berkeping satu)
Ordo : Graminae (rumput-rumputan)
Familia : Graminaceae
Genus : Zea
Species : Zea Mays L.
Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.
Menurut umur, dibagi menjadi 3 golongan:
1. Berumur pendek (genjah): 79-90 hari, contoh: Genjah Warangan, Genjah Kertas, Abimanyu dan Arjuna.
2. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari, contoh: Hibride C 1, Hibrida CP 1 dan CP 2, Hibrida IPB 4, Hibrida Pioneer 2, Malin, Metro dan Pandu.
3. Berumur panjang: lebih dari 120 hari, contoh: Kania Putih, Bestar, Kuning, Bima dan Harapan.

Manfaat
Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Di daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok.
Panen
Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis, tergantung dari tujuan panen. Seperti pada tanaman padi, tingkat kemasakan buah jagung dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu, masak lunak, masak tua dan masak kering/masak mati.
Penggilingan Kering
Penggilingan kering melalui beberapa tahapan pengolahan, antara lain pembersihan, kondisioning, penggilingan, pemisahan dan pengayakan, pengemasan dan penyimpanan atau penggudangan.
Penggilingan
Setelah dari kondisioning, butiran biji lunak dimasukkan ke penggilingan, penggiling berbentuk selinder yang terdiri dari beberapa seri (baterai), dapat terdiri dari 3-4 seri baterai dan bagian bawah dilengkapi dengan pemisah. Melalui beberapa seri selinder, butiran jagung dihancurkan/dilembutkan menjadi butiran lebih kecil sebagai tepung.
Pemisah dapat berbentuk scalper pemisah aspirasi udara (purifier) atau penyaring (plant sifter). Pemisah akhir dapat berukuran 156 mesh dengan diameter lubang 0,06 mm yang banyak digunakan.
Pemisahan atau Penyaringan
Setelah dari penggilingan bahan yang telah bentuk butiran kecil atau tepung dipisahkan lebih lanjut dengan aspirator yang dinamakan “air classifier“, yang akan memisahkan tepung menjadi 4 fraksi dengan ukuran fraksi antara 10-14 mikron. Hasil tepung lebih lanjut diadakan pengemasan, kemudian diadakan penyimpanan dalam gudang dan terakhir siap didistribusikan.



Pengolahan Basah (Wet Method)
Pengolahan basah berbeda dengan pengolahan kering, terutama dalam hal banyaknya air yang ditambahkan dalam bahan; pemberian air yang menutup butiran bahan lebih dikenal dengan perendaman (steeping). Dengan perendaman maka butir jagung menjadi lunak, mudah terpisahkan bagian endosperm dan lembaga sehingga memudahkan dalam penggilingannya.
Kacang Tanah
Sebagai bahan pangan lain, kepentingan utama mengenal komposisi kimiawi kacang tanah (arachis hypogeal L) terutama ditujukan untuk mengetahui potensi bahan ini sebagai sumber pangan. Kacang tanah banyak digunakan sebagai bahan dasar pembuatan minyak goreng, tepung kacang, protein konsentrat, protein isolate dan sebagainya, oleh sebab itu pengetahuan mengenai komposisi kimia serta sifat-sifatnya, sangat diperlukan dalam menyiapkan bahan-bahan tersebut.
Biji kacang tanah mempunyai variasi berat antara 0,2 sampai 5 g, tersusun dari kira-kira 2% kulit luar, 73% keping biji, 4% kulit ari dan 3% calon tunas.
Air
Kacang tanah yang baru saja dipanen, mengandung air kira-kira 40%. Setelah dikeringkan akan mengandung air kurang dari 10%, biasanya berkisar antara 5-8%. Pengeringan ini sampai mencapai kadar air rendah diperlukan untuk mencegah serangan jamur selama penyimpanan. Menurut beberapa peneliti, kacang tanah yang dikeringkan pada kelembaban relatif 75%, akan mencapai kesetimbangan higroskopis antara 7,5-8,0% apabila dikeringkan pada suhu kamar atau 70° C; sedang apabila kelembaban-kelembaban relatif 43%, akan mencapai kadar air sebesar 5,0-5,5%.
Lipida
Kacang tanah merupakan sumber minyak (44-56%) maupun protein (25-34%). Minyak kacang tanah tersusun dari campuran gliserida dengan komposisi kira-kira 80% asam lemak tidak jenuh dan 20% asam lemak jenuh dari berbagai variasi asam lemak. Pada suhu kamar minyak tanah merupakan cairan agak viscous, berwarna kuning muda serta mempunyai sedikit aroma dan rasa kacang apabila disimpan pada suhu kira-kira 0° akan menjadi beku.
Protein
Protein kacang tanah dapat dipisahkan menjadi dua bagian besar yaitu arachin dan conarachin. Arachin dapat dipisahkan dari larutan protein kacang tanah dengan selurasi 40% ammonium sulfat. Arachin penyusun kira-kira 63% total protein, terdiri atas 2 komponen utama dengan rasio 3:1. Sedang conorachin menyusun kira-kira 33% total protein, terdiri atas 2 komponen utama dengan rasio 4:1.
Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya.
Panen
Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 3-4 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain:
1. Batang mulai mengeras
2. Daun menguning dan sebagian mulai berguguran, polong sudah berisi penuh dan keras.
3. Warna polong coklat kehitam-hitaman.
http://amboinas.wordpress.com


Manfaat gandum buat hipertensi
October 11, 2008 by Administrator
Filed under Healthy

gandum digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan roti, cake, biskuit, pastri, dan sereal sarapan. Selain kaya akan karbohidrat dan protein, dalam setiap 100 gram gandum terkandung 3,1 mg zat besi dan 36 mg kalsium yang bermanfaat, antara lain dapat menyembuhkan penyakit jantung koroner dan darah tinggi.

Food and Drug Administration, badan yang mengawasi makanan dan obat-obatan di Amerika, pada tahun 1999 mengumumkan fakta baru tentang manfaat gandum. Gandum memiliki khasiat bagi kesehatan jantung. Menurut penelitian terakhir, gandum dapat menurunkan tingginya tekanan darah. Hasil penelitian itu dimuat oleh American Journal of Clinical Nutrition tahun lalu.

Menurut dr Prapti Utami, seorang herbalis, konsultan dan penulis buku Terapi dengan Tanaman Obat, gandum memiliki kandungan serat yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit jantung koroner. “Oatmeal memiliki serat alami yang daya serap air paling baik. Ia mengandung folic acid yang dapat mengurangi dan menyembuhkan penyakit jantung koroner. Oatmeal didapat dari biji gandum yang telah diolah. Biji gandum terdiri atas dua bagian. Bagian luar, sekam dan biji bagian dalam, yakni groat,” terangnya.

Selain itu, oat bran yang didapat dari lapisan terluar oat groat menjadi sumber terbaik serat yang dapat dicerna (soluble fibre). Serat pada oat bran dapat mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh. Peran inilah yang bisa membuat turunnya kolesterol dalam darah. Orang yang menderita obesitas bisa mengombinasikan oat dengan makanan rendah kolesterol dan lemak. Oat juga baik dikonsumsi oleh orang yang mengidap diabetes.

Berdasarkan penelitian, gandum mengandung berbagai senyawa fitokimia, yakni senyawa dalam tanaman kimia dalam tanaman yang mempunyai pengaruh positif bagi kesehatan.

Ada beberapa senyawa fitokimia, yakni lignan. Estrogen tanaman (fitoestrogen) mampu menekan risiko penyakit jantung koroner dan telah terbukti bisa menekan pertumbuhan sel kanker pada binatang percobaan. Asam fitat pun dapat mengurangi kadar gula dalam bahan pangan yang sangat penting bagi penderita diabetes serta memberikan efek perlindungan terhadap risiko perkembangan sel kanker kolon (usus besar).

Senyawa yang lain adalah saponin, fitosterol, squalen, orisanol, dan tokotrienol yang mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Sementara senyawa fenol berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat ion-ion radikal bebas sehingga tidak berbahaya bagi tubuh.

Meski memiliki banyak senyawa fitokimia, gandum merupakan makanan yang aman dari zat adiktif. “Kebanyakan produk oatmeal tidak mengandung bahan adiktif apa pun. Bahkan tidak ada bahan pengawet maupun pewarna pada mayoritas produk oatmeal” katanya.

Menurut penelitian, 50 persen perempuan berusia lebih dari 20 tahun lalu memenuhi kebutuhan nutrisi esensial macam kalsium, folic acid, vitamin B6, vitamin A dan E, serta zat besi. Dengan mengonsumsi gandum, kebutuhan nutrisi tersebut bisa terpenuhi. Produk gandum tersebut bisa terpenuhi. Produk gandum khusus perempuan berbentuk sereal. Di dalamnya, terdapat vitamin A, D, kalsium yang berguna bagi kesehatan tulang, dan penambah energi berupa zat besi dan vitamin B, serta folic acid dan vitamin E.

Cara termudah untuk menyiapkan steel cut oats ialah dengan merendamnya semalaman. Sebelum tidur, didihkan 4 gelas air dalam panci dan tambahan satu gelas oatmeal. Aduk hingga benar-benar larut dan matikan apinya. Biarkan oatmeal dalam panci tertutup hingga pagi. Ketika akan disajikan, panaskan kembali oatmeal agar hangat. Anda juga bisa memanfaatkan food processor untuk menyiapkan gandum. Pisau-pisau di dalam food processor akan mengiris gandum.

Atau bisa juga bisa dimasak dengan microwave. Campurkan setengah gelas steel cut oat dengan dua gelas air di dalam mangkuk yang bisa menampung delapan gelas air. Tutup mangkuknya dengan plastik pembungkus lalu masukkan ke dalam microwave. Panaskan selama lima menit. Aduk rata dan hangatkan kembali dalam microwave selama lima menit.

sumber : http://lifestyle.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/08/25/27/139647/atasi-hipertensi-dengan-gandum



JEPANG: TEPUNG BERAS GANTI TEPUNG GANDUM

www.sinartani.com
Tepung beras sudah dikenal dan digunakan masyarakat Jepang sejak ribuan tahun lalu. Namun baru dalam beberapa tahun terakhir ini trend baru muncul dan populer di negeri itu: Tepung beras mulai menggantikan tepung terigu untuk pembuatan roti, mie, kue-kue dan banyak lagi yang tadinya dibuat dengan tepung terigu sebagai bahan utama.
Masaru Yamada dan Satomi Tamai, wartawan koran pertanian terbesar di Jepang “The Japan Agricultural News” mengungkapkan dalam “Rice Today” bagaimana trend tersebut menyemarak dengan dukungan kreativitas teknik dan teknologi pengolahan di dunia industri pengolahan pangan. Perkembangan itu yang dimotori kebijakan publik memperoleh sambutan hangat dari dunia usaha swasta maupun koperasi pertanian.
Terjadi perkembangan pesat peningkatan pasar aneka produk makanan dari tepung beras sebagai pengganti tepung gandum karena sambutan yang bersemangat dari konsumen yang tertarik oleh citarasa yang memenuhi selera mereka. Pada tahun 2003, konsumen Jepang yang tahu tentang roti yang terbuat dari tepung beras kurang dari 7%. Hanya dalam waktu 3 tahun kemudian, yakni tahun 2006, jumlah tersebut melonjak menjadi 44%.
Pembuatan roti berbahan tepung beras sebagai ganti tepung gandum dimulai tahun 2003 sebagai bagian dari program pengembangan makan siang anak sekolah Jepang. Kebijakan ini terkait dengan upaya mendorong penggunaan bahan pangan produksi dalam negeri termasuk sayuran dan beras. Dalam perkembangannya, selain untuk roti, kue-kue dan penganan lainnya, penggunaan untuk pembuatan mie sebagai pengganti tepung gandum soba (buckwheat yang sudah tradisional) kini merupakan yang terbanyak.
Kreativitas dan teknologi banyak berperan untuk memacu perkembangan tersebut. Koperasi pertanian pemilik restoran mie tradisional yang memperkenalkan mie tepung beras “Haenuki Men” mengungkap sedikit rahasia keberhasilannya. Yakni bahwa untuk memperoleh tekstur mie tepung beras yang hebat, mereka mencampurkan sedikit pati kentang. Karakter tekstur demikian tidak ada pada mie dari tepung gandum soba.
Teknologi penggilingan yang disempurnakan untuk memperoleh tepung yang lebih halus ikut berperan dalam pengembangan roti dan kue-kue dari tepung beras. Semakin halus tepung berasnya, sifat lengketnya meningkat (stickier). Karakter ini disenangi konsumen Jepang. Starbucks Coffee Japan menilai citarasa lengket cocok dengan minuman kopi sehingga mulai menjual kue-kue tepung beras.









Tidak ada komentar:

Poskan Komentar